25 Warga Bangkalan Diduga Terpapar COVID-19 Varian Baru

Sejumlah pengendara yang melintas di Jembatan Suramadu sisi Surabaya di-rapid test antigen untuk deteksi dini penularan COVID-19, Minggu, 6 Juni 2021, menyusul lonjakan pasien terinfeksi virus corona di Bangkalan, Madura.
Sumber :
  • VIVA/Nur Faishal

VIVA – Sebanyak 25 dari 30 pasien COVID-19 asal Bangkalan, Madura, hasil penyekatan di Jembatan Suramadu sisi Surabaya, Jawa Timur, diduga terpapar COVID-19 varian baru. Masih diteliti dari negara mana asal mutasinya. Di sisi lain, dalam rapat koordinasi di Markas Polda Jatim terungkap bahwa varian B1617 asal India mulai menyebar di Jatim.

Ke-25 pasien COVID-19 yang diduga terpapar varian baru itu dirawat di Rumah Sakit Lapangan Indrapura (RSLI). Total 30 pasien yang sudah terkonfirmasi positif COVID-19 berdasarkan tes usap PCR yang dirawat di rumah sakit itu, hasil penyekatan di Jembatan Suramadu sejak Sabtu malam lalu, 5 Juni 2021.

Ketua Pelaksana Program Pendampingan Keluarga Pasien COVID-19 RSLI Radian Jadid menjelaskan, hasil pengecekan terhadap ke-25 pasien itu CT value-nya di bawah 25. "Melihat cepatnya penularan, angka kematian yang tinggi, kondisi mereka patut diduga terinfeksi varian baru," katanya kepada wartawan pada Selasa, 8 Juni 2021.

Radian menegaskan bahwa itu baru dugaan awal. Kepastiannya menunggu pemeriksaan spesimen sampel yang telah dikirim ke Balitbangkes dan ITD Unair. Namun ia memastikan mereka dirawat di ruangan yang terpisah dari pasien lainnya. "Masih patut diduga, sampai nanti samplenya itu bisa keluar, baru kita bisa [sampaikan kevalidannya]," tegasnya.

Di bagian lain, berdasarkan keterangan tertulis dari Kepolisian Daerah Jawa Timur, disebutkan bahwa dalam rapat koordinasi di Markas Polda Jatim pada Senin malam, 7 Juni 2021, Kepala Dinas Kesehatan Jatim Herlin Ferliana memaparkan bahwa varian COVID-19 B1617 asal India sudah mulai mendominasi persebaran di wilayah Jawa Timur.

Dalam rapat itu, hadir Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letnan Jenderal Ganip Warsito, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Kepala Polda Jatim Irjen Pol Nico Afinta, Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Suharyanto, dan Forkopimda kabupaten/kota. Herlin belum berhasil dihubungi ketika hendak ditanya secara rinci soal varian dari India itu. 

Baca juga: Letjen Ganip Warsito ke Surabaya, Bahas Lonjakan COVID-19 di Bangkalan