DPR Minta BPOM Lebih Progresif Terkait Obat Terapi COVID-19
- Istimewa
Dalam perkembangannya obat ini juga telah digunakan dan berhasil mengatasi beberapa penyakit. Andi Crump dan Satoshi Mura mengulas makalah berjudul ‘Ivermectin, Obat Ajaib dari Jepang dengan Perspektif Penggunaan pada Manusia’.
Cara kerja obat ini pada pemberian secara oral, Ivermectin dapat mencapai konsentrasi plasma proporsional terhadap dosis. Konsentrasi puncak Ivermectin adalah sebesar 30 - 46 ng/ml dan tercapai 4 jam setelah pemberian, kemudian menurun secara perlahan setelahnya.
2. Favipiravir
Favipirafir merupakan obat antivirus yang dikembangkan Toyama Chemical. Favipiravir per-oral diabsorpsi melalui mukosa usus dan mencapai konsentrasi puncak di plasma dalam waktu 2 jam, kadarnya menurun secara cepat dengan paruh waktu 2-5,5 jam.
Favipiravir dimetabolisme di hati dengan bantuan enzim aldehid dan diekskresikan di ginjal. Efek samping Favipirafir antara lain peningkatan nilai SGPT, SGOT, kadar asam urat meningkat, gangguan saluran cerna, hingga penurunan produksi sel darah 1 persen.