Disentil Data Bocor

Ilustrasi Hacker
Sumber :
  • U-Report

Merujuk keterangan Juru Bicara BSSN Anton Setiawan, Nadia menegaskan bahwa apa yang terjadi ini bukan kebocoran data, tapi bagian dari proses threat information sharing. "Ada pihak-pihak yang konsen terhadap keamanan siber dan bertukar informasi. Saya kira sudah ada pihak-pihak yang menangani hal ini," ungkapnya.

Tim Bareskrim Polri juga tidak meneruskan proses penyelidikan dugaan kebocoran data 1,3 juta pengguna aplikasi eHAC Kementerian Kesehatan. Sebab, penyidik menganggap tidak ditemukan adanya upaya pembobolan data atas kebocoran tersebut.

"Penyelidikan tidak diteruskan," kata Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Raden Prabowo Argo Yuwono saat dihubungi wartawan pada Selasa, 7 September 2021.

Menurut dia, Tim Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim sudah melakukan penyelidikan dengan meminta klarifikasi terhadap Kementerian Kesehatan maupun mitranya Kementerian Kesehatan. Nah, dalam prosesnya tidak ditemukan upaya pembobolan data tersebut.

"Hasil penyelidikan yang dilakukan oleh Cyber Polri terhadap Kemenkes dan mitra Kemenkes, bahwa tidak ditemukan upaya pengambilan data pada server eHAC," ujarnya.