Halo
Pembaca

VIVANetworks

News

Bola

Sport

Showbiz

LifeStyle

Otomotif

Digital

Ragam

Militer

Netizen

Insight

Informasi

Kompolnas: Polri Harus Teladani Jokowi Tak Antikritik

Jumat, 17 September 2021 | 11:40 WIB
Foto :
  • VIVA/ Dani Randi.
Presiden Jokowi mengunjungi Aceh, Kamis, 16 September 2021.

VIVA – Presiden Joko Widodomenegaskan tidak antikritik. Makanya, ia sempat menegur Kapolri atas tindakan jajaran Polri yang terlalu reaktif terhadap masyarakat yang melakukan aksi membentangkan poster saat kunjungan kerjanya ke sejumlah daerah, beberapa waktu lalu.

Terhadap hal itu, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengeluarkan Surat Telegram Nomor STR: 862/IX/PAM.3/2021, tanggal 15 September 2021. Salah satu isinya yaitu memerintahkan para Kasatwil di seluruh jajaran polda agar memperhatikan pedoman bahwa setiap pengamanan kunjungan kerja dilakukan secara humanis dan tidak terlalu reaktif.

Baca Juga

Kedua, apabila didapati sekelompok masyarakat yang berkerumun menyampaikan aspirasinya sepanjang dibenarkan undang-undang, maka tugas pengamanan hanya mengawal rombongan tersebut agar berjalan tertib dan lancar. Lalu, menyiapkan ruang bagi masyarakat yang menyampaikan aspirasinya dapat dikelola dengan baik.

Komisioner Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas), Poengky Indarti menyambut baik dikeluarkannya Surat Telegram Nomor: STR/862/IX/PAM.3./2021 tertanggal 15 September 2021 sebagai pedoman dan panduan bagi anggota di lapangan dalam melaksanakan tugas pengamanan kunjungan kerja Presiden Republik Indonesia ke daerah.

Disatu sisi, kata dia, polisi dapat melaksanakan tugas pengamanan Presiden dengan baik. Disisi lain, menunjukkan wajah polisi humanis, melayani, melindungi, dan mengayomi masyarakat, serta menghormati kebebasan berekspresi dan mengemukakan pendapat.

“Dengan adanya arahan Presiden Jokowi pada Kapolri dan diterbitkannya STR, menunjukkan bahwa Presiden Jokowi adalah presiden yang demokratis, mau mendengar, tidak antikritik. Sehingga hal tersebut harus diteladani semua bawahan beliau, termasuk Kapolri dan jajaran,” kata Poengky saat dihubungi VIVA pada Jumat, 17 September 2021.

Menurut dia, langkah Kapolri mengeluarkan STR sangat tepat sebagai pedoman bagi jajarannya. Harapannya, polisi memahami mana tindakan yang membahayakan Presiden/VVIP, dan mana tindakan yang merupakan wujud kebebasan berekspresi serta mengemukakan pendapat.

Topik Terkait
Saksikan Juga
Terpopuler