Warga Desa Kalora Keberatan Dikaitkan dengan Pentolan Teroris Poso

Polisi memperlihatkan sejumlah barang bukti hasil kontak tembak antara Satgas Madago Raya dengan kelompok teroris MIT Poso pimpinan Ali Ahmad alias Ali Kalora di Markas Polres Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Minggu, 19 September 2021.
Sumber :
  • ANTARA/Mohamad Hamzah

VIVA – Ari Fahry, seorang warga asal Desa Kalora, Kecamatan Poso Pesisir Utara, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, meminta semua pihak, termasuk insan pers, agar tak mengaitkan penangkapan dan penembakan pimpinan kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT), Ali Kalora dengan desa mereka. Bahkan, Ari secara khusus membuat surat terbuka untuk kalangan media.

“Assalamu'alaikum wr.wb. Perkenalkan, saya Ari Fahry, penduduk asli Kalora, meminta kepada seluruh instansi pers, agar tidak mengidentifikasi kelompok Ali, dengan mengikutkan nama Kalora. Kalora adalah kampung kami, sebuah desa di Kabupaten Poso, Kecamatan Poso Pesisir Utara, bersebelahan dengan Desa Tambaran dan Kawende,” tulisnya.

Ari menyebut, penyematan nama Kalora pada kelompok Ali, telah mengganggu secara sosial warga yang tinggal di Desa Kalora. Citra yang terbangun tentang Kalora, menjadi tidak baik beriringan dengan pemberitaan-pemberitaan media tentang aktivitas kelompok Ali.

“Saya mengkhawatirkan, citra yang muncul atas identifikasi yang disematkan oleh media selama ini, akan berdampak pada penyerapan tenaga kerja yang bisa saja merugikan masyarakat Kalora. Sebagai catatan, Ali bukanlah penduduk asli Kalora, ia adalah pendatang yang kemudian tinggal dan menikah di Kalora. Semoga surat terbuka ini menjadi perhatian bagai seluruh pelaku media. Terima Kasih,” ujarnya.

Kepada VIVA, Ari mengaku media sering menyematkan Kalora di belakang nama Ali karena penyematannya bersumber dari kepolisian. “Sehingga kami juga meminta kepolisian agar tidak mengidentifikasi Ali dengan sebutan Ali Kalora,” terang Ari.

Sebelumnya, Satgas Madago Raya, mengklaim telah berhasil menumpas pimpinan Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Ali Kalora bersama seorang anak buahnya, Jaka Ramadhan pada Sabtu, 18 September 2021.

Diketahui Ali Kalora dan Jaka Ramadhan tewas tertembak setelah terlibat baku tembak dengan Satgas Madago Raya. Tepatnya di Desa Antina Kecamatan Torue, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.

Baca juga: 5 Fakta Penembakan Ali Kalora, Pemimpin Kelompok Teroris Poso