Halo
Pembaca

VIVANetworks

News

Bola

Sport

Showbiz

LifeStyle

Otomotif

Digital

Ragam

Militer

Netizen

Insight

Informasi

Pakar: Jokowi Tak Bisa Intervensi Pegawai KPK yang Tak Lulus TWK

Sabtu, 25 September 2021 | 14:30 WIB
Foto :
  • VIVA/M Ali Wafa
Pegawai KPK tolak revisi UU KPK (Foto llustrasi).

VIVA – Guru Besar Ilmu Hukum Universitas Borobudur, Faisal Santiago menilai adanya ancaman atau ultimatum kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) supaya bersikap dan mengangkat 56 pegawai KPK yang tidak lulus tes wawasan kebangsaan (TWK) menjadi ASN, sangat tidak tepat. Menurut dia, ancam-mengancam bukan budaya bagi masyarakat Indonesia.

Ancaman itu disampaikan Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa atau BEM se-Indonesia bersama Gerakan Selamatkan KPK (Gasak) meminta Presiden Jokowi untuk bersikap dan mengangkat 56 pegawai KPK yang tidak lulus tes wawasan kebangsaan menjadi aparatur sipil negara.

Baca Juga

“Ancam-mengancam menurut saya bukan budaya bagi masyarakat, apa yang dikemukakan oleh mahasiswa sepertinya tidak mencerminkan budaya hukum di Indonesia,” kata Faisal saat dihubungi VIVA pada Sabtu, 25 September 2021.

Menurut dia, pegawai KPK yang diberhentikan itu bukan asal diberhentikan begitu saja. Tetapi, kata dia, sudah melalui suatu proses pengangkatan pegawai untuk menjadi ASN. Maka, tidak bisa diberi toleransi jika memang belum lulus.

“Diberhentikannya pegawai KPK bukan sekonyong-konyong diberhentikan, tetapi sudah melalui suatu proses dalam pengangkatan pegawai untuk menjadi ASN. Kalau tidak lulus, apakah harus ada toleransi. Saya pikir tidak ada toleransi, karena semua tes apapun tidak ada toleransi,” ujarnya.

Oleh karena itu, Faisal mengatakan Presiden Jokowi tidak bisa toleransi apalagi kepada suatu lembaga hukum yang bertugas melakukan pencegahan dan pemberantasan korupsi (KPK). Khawatir, akan menjadi preseden yang buruk bagi pemberantasan korupsi dan hal lainnya.

“Presiden sebaiknya tidak melakukan intervensi atau bersikap lainnya, biarkan mekanisme yang sudah ditetapkan atau berjalan yang akan menyelesaikan,” jelas dia.

Topik Terkait
Saksikan Juga
Terpopuler