Komjak Selidiki Alasan Jaksa Belum Eksekusi Terdakwa Wenhai Guan

Andy Cahyady, korban penganiayaan WNA bernama Wenhai Guan
Sumber :
  • VIVA/Foe Peace

VIVA – Komisi Kejaksaan (Komjak) menyelidiki alasan Kejaksaan Negeri Jakarta Utara (Kejari Jakut) belum juga mengeksekusi terdakwa penganiyaan Andy Cahyady, Wenhai Guan. Warga Negara Asing (WNA) itu pergi ke negara asalnya di Singapura pasca diputus bersalah Pengadilan Negeri Jakarta Utara pada Juni 2021. 

"Laporannya kan ada beberapa kali, jadi sejauh itu kami sudah menindaklanjutinya terkait apa yang dilaporkan oleh saudara Andy Cahyadi, mengenai belum dilakukannya eksekusi atas terdakwa yang sudah jadi terpidana Wenhai Guan," ucap Ketua Komjak, Barita LH Simanjuntak kepada wartawan, Kamis, 21 Oktober 2021. 

Barita mengaku, pihaknya sudah menerima salinan putusan terhadap terdakwa Wenhai Guan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU). Dalam salinan putusan tersebut dikatakan kalau Wenhai Guan terpapar COVID-19 dan memerlukan pengobatan.

"Waktu sudah ada putusan pengadilan, jaksa sudah mengajukan surat memanggil untuk eksekusi. Nah, penjaminnya Marna Ina dan Feng Qiu Ju berjanji akan kooperatif dan memberikan jaminan akan menghadirkan. Tahapannya di situ sekarang, untuk segera dieksekusi," katanya.

Dia mengaku akan menanyakan soal upaya jaksa dalam eksekusi ini, salah satunya melakukan pengecekan langsung kondisi terdakwa Wenhai Guan yang dikabarkan kedua penjamin terbaring sakit di Singapura. 

"Ini yang nanti kita akan dalami dan kita tanyakan lagi kalau sekiranya itu belum dilakukan (mengecek langsung ke Singapura)," ucap dia.

Barita mengatakan, Komjak belum menyelidiki terkait asas nebis in idem. Asas tersebut menyatakan pelarangan mengadili lebih dari satu kali atas satu perbuatan apabila sudah ada keputusan yang menghukum atau membebaskan.