Demam Berdarah Serang Warga Sintang usai Bencana Banjir

Warga berada di atas perahu motor di jalan raya Pasar Sungai Durian, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, Senin, 22 November 2021.
Sumber :
  • ANTARA/Jessica Helena Wuysang

VIVA – Dinas Kesehatan Sintang mencatat 34 kasus demam berdarah terjadi setelah bencana banjir yang merendam Sintang dan sekitarnya di wilayah Kalimantan Barat.

"Pasca-banjir terjadi 34 kasus demam berdarah yang tersebar di beberapa daerah di Sintang sejak 29 November 2021," kata Kepala Seksi Pelayanan Kesehatan Rujukan dan Koordinator PSC 199 Dinas Kesehatan Sintang Azni Firmania, di Sintang, Rabu, 1 Desember 2021.

Disampaikan Azni, sebaran kasus demam berdarah itu, di antaranya di Puskesmas Nanga Serawai ada 8 kasus, Puskesmas Nanga Tebidah ada 9 kasus, Sungai Durian 7 kasus, Tanjungpuri ada 4 kasus, Puskesmas Darajuanti ada 1 kasus, Dedai 1 kasus, Kebong 2 kasus, Mensiku 1 kasus, dan di Nanga Ketungau 1 kasus.

Menurut dia, Dinas Kesehatan sudah melakukan upaya preventif dan promotif serta melakukan pengasapan alias fogging di daerah yang terkena banjir.

"Kami juga melakukan edukasi dan penyuluhan kepada masyarakat tentang perilaku hidup bersih dan pencegahan penularan COVID-19," ujar Azni Firmania.

BNPB mencatat, sebanyak 26 desa yang tersebar di empat kecamatan di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, masih terdampak banjir dengan ketinggian air hingga tiga meter sejak Rabu lalu hingga Jumat, 16 Juli 2021.

Photo :
  • ANTARA

Selain demam berdarah, selama empat minggu banjir Sintang, penyakit terbanyak yang ditemukan adalah infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dengan jumlah kasus 902 orang.

Kemudian, kata Azni, ada juga diare, hal tersebut terjadi mungkin karena lokasi pengungsian yang sederhana dan air bersih yang tidak memadai, lalu ada penyakit kulit yang banyak ditemukan pada warga yang tinggal di bantaran.

Disebutkan Azni, meski pun saat ini sudah memasuki pasca banjir, Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang tetap melakukan pelayanan kesehatan langsung di daerah yang terdampak banjir, terutama di bantaran sungai. Sebanyak 7. 819 warga sudah mendapatkan pelayanan kesehatan selama banjir yang melanda Sintang.

Bahkan, Azni mengaku bahwa Dinas juga telah dibantu oleh Pusat Krisis Kementerian Kesehatan selama dua minggu. Mereka dilatih manajemen bencana tentang rapid health assessment: mengkaji kelompok rentan selama banjir seperti ibu hamil dan anak-anak. (ant)