Gunung Semeru Keluarkan Guguran Lava Pijar 6 Kali Hari Ini

Tangkapan layar (screen shot) akun Instagram Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang salah mengunggah video erupsi gunung yang diklaim Gunung Semeru.
Sumber :
  • Instagram Khofifah.IP

VIVA - Pusat Vulkanoligi Mitigasi Bencana dan Geologi (PVMBG) melaporkan kondisi perkembangan Gunung Semeru, Lumajang, Malang, Jawa Timur, Senin, 13 Desember 2021, mulai 00:00-06:00 WIB. Teramati 6 kali guguran lava pijar dengan jarak luncur kurang lebih 300-700 meter dari pusat guguran (pusat guguran kurang lebih 1500 meter dari puncak).

"Teramati sinar api dan api diam pada waktu visual gunung jelas," kata Kepala PVMBG, Andiani.

Cuaca Cerah dan Berawan

Saat ini, kondisi cuaca cerah dan berawan. Angin bertiup lemah hingga sedang ke arah utara dan timur laut. Suhu udara 23-24 °C.

Gunung Semeru di Jawa Timur.

Photo :
  • VIVA.co.id/ Lucky Aditya.

Untuk kegempaan guguran sebanyak 32 kali dengan amplitudo, 1-9 mm, dan durasi 25-75 detik. Hembusan sebanyak 5 kali dengan amplitudo 2-7 mm, durasi 27-70 detik, Tremor Harmonik sebanyak 3 kali dengan amplitudo 2-5 mm, durasi 75-94 detik, tektonik jauh sebanyak 1 kali dan amplitudo 10 mm, durasi 40 detik.

Baca juga: Sejak Minggu Pukul 00.00-06.00 WIB Gunung Semeru Kembali Erupsi

Level II atau Waspada

Saat ini, tingkat aktivitas Gunung Semeru Level II atau waspada. Untuk itu, masyarakat/pengunjung/wisatawan tidak beraktivitas dalam radius 1 km dari kawah/puncak Gunung Semeru dan jarak 5 km arah bukaan kawah di sektor tenggara-selatan, serta mewaspadai awan panas guguran, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru.

"Radius dan jarak rekomendasi ini akan dievaluasi terus untuk antisipasi jika terjadi gejala perubahan ancaman bahaya," ujarnya.

Kemudian, ia juga meminta kepada masyarakat menjauhi atau tidak beraktivitas di area terdampak material awan panas karena saat ini suhunya masih tinggi.
"Perlu diwaspadai potensi luncuran di sepanjang lembah jalur awan panas Besuk Kobokan. Mewaspadai ancaman lahar di alur sungai/lembah yg berhulu di Gunung Semeru (mengingat banyaknya material vulkanik yang sudah terbentuk)," ujarnya.