Kaleidoskop 2021: Kekayaan Pejabat Naik Selama Pandemi 

Presiden Jokowi, Menhan Prabowo Subianto dan Gubernur Kaltim isran Noor
Sumber :
  • Lukas - Biro Pers Sekretariat Presiden

VIVA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap harta kekayaan penyelenggara negara atau pejabat negara meningkat selama pandemi COVID-19. Meskipun ada pejabat yang justru kekayaannya mengalami penurunan tapi tak sebanyak jumlah pejabat yang kekayaannya naik drastis di masa pandemi. 
 
Laporan kenaikan kekayaan pejabat itu berdasarkan analisis terhadap laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN) pada periode 2019-2020. Hasilnya menyebutkan sebanyak 70 persen pejabat harta kekayaannya naik saat pandemi.

"Kita amati juga selama pandemi 1 tahun terakhir ini itu secara umum penyelenggara negara 70 persen hartanya bertambah. Kita pikir pertambahannya masih wajar, tapi ada 22,9 persen yang justru menurun. Kita pikir yang pengusaha yang bisnisnya surut atau bagaimana gitu," kata Deputi Pencegahan dan Monitoring KPK Pahala Nainggolan dalam diskusi webinar LHKPN yang disiarkan di YouTube KPK RI, Selasa, 7 September 2021.

Dalam paparannya, Pahala menyebutkan hasil analisis pelaporan LHKPN 2019-2020, tercatat 70,3 persen penyelenggara negara yang melaporkan harta kekayaannya bertambah selama pandemi. Sebanyak 6,8 persen jumlah kekayaannya tetap dan 22,9 persen mengalami penurunan.

Hasil analisis KPK terkait kekayaan pejabat negara naik saat pandemi

Photo :
  • Screenshot KPK

Berdasarkan analisis korelasi kenaikan harta tersebut tidak dipengaruhi oleh penerimaan bersih.

"Kita cuma ingin melihat apakah ada hal yang aneh dari masa pandemi ini. Ternyata kita lihat kenaikan terjadi tapi penurunan terjadi dengan statistik seperti ini rata-rata bertambah Rp 1 miliar sebagian besar di tingkat Kementerian, DPR meningkat juga dan seterusnya," ucapnya.

Dari data yang dirilis KPK, ada daftar kekayaan pejabat di kementerian/lembaga yang bernilai fantastis hingga Rp8 triliun. Sementara yang paling sedikit hingga minus harta Rp 1,7 triliun.  

Dari catatan daftar harta kekayaan para pejabat negara yang duduk di kabinet Jokowi-Maruf Amin, tidak satu pun yang memiliki total kekayaan mencapai Rp8 triliun. Pun di jajaran DPR/DPRD maupun kepala daerah. 

Di jajaran kabinet Jokowi, pejabat yang memiliki harta hingga triliunan adalah Prabowo Subianto, Sandiaga Uno, Nadiem Makarim, Erick Thohir, dan Sakti Wahyu Trenggono. Namun yang tercatat paling tinggi adalah Sandiaga Uno sebesar Rp3,8 triliun.

Hasil analisis KPK terkait kekayaan pejabat negara naik saat pandemi

Photo :
  • Screenshot KPK

VIVA menghimpun daftar kekayaan para pejabat negara yang duduk di kabinet Jokowi-Maruf Amin yang dilansir data LHKPN KPK per 31 Desember 2020 yang dirangkum dalam kaleidoskop 2021 berikut ini:

1. Jokowi: mengalami kenaikan harta senilai Rp8.898.734.925, dan berubah memiliki harta Rp63.616.935.818

2. Mahfud MD: mengalami kenaikan harta senilai Rp1.316.032.120 dan berubah memiliki harta Rp27.131.348.257

3. Airlangga Hartanto: mengalami kenaikan harta senilai Rp6.571.579185 dan berubah memiliki harta Rp260.611.928

4. Luhut B Pandjaitan: mengalami kenaikan harta senilai Rp67.747.603.287 dan berubah memiliki harta Rp745.188.108.997

5. Prabowo Subianto: mengalami kenaikan harta senilai Rp23.382.958.500 dan berubah memiliki harta Rp2.029.339.519.335

6. Pratikno: mengalami kenaikan harta senilai Rp2.109.548.567 dan berubah memiliki harta Rp10.355.477.645

7. Yasonna Laoly: mengalami kenaikan harta senilai Rp4.093.664.115 dan berubah memiliki harta Rp28.176.772.883

8. Retno Marsudi: mengalami kenaikan harta senilai Rp7.477.566.766 dan berubah memiliki harta Rp25.549.982.112

9. Sri Mulyani: mengalami kenaikan harta senilai Rp5.780.942.011 dan berubah memiliki harta Rp53.314.459.737

10. Yaqut Cholil Qoumas: mengalami kenaikan harta senilai Rp10.221.697.639 dan berubah memiliki harta Rp11.158.093.639. Tercatat sekitar sepuluh kali lipat kenaikannya. 

11. Arifin Tasrif: mengalami kenaikan harta senilai Rp4.954.665.047 dan berubah memiliki harta Rp51.699.402.752

12. Budi Gunawan Sadikin: mengalami kenaikan harta senilai Rp2.768.116.816 dan berubah memiliki harta Rp164.560.176.275

13. Tri Rismaharini: mengalami kenaikan harta senilai Rp294.458.009 dan berubah memiliki harta Rp8.580.624.615

14. Ida Fauziyah: mengalami kenaikan harta senilai Rp1.842.372.053 dan berubah memiliki harta Rp17.087.925.557

15. Sakti Wahyu Trenggono: mengalami kenaikan harta senilai Rp481.530.801.537 dan berubah memiliki harta Rp2.428.784.082.979

16. Teten Masduki: mengalami kenaikan harta senilai Rp382.927.329 dan berubah memiliki harta Rp3.900.333.360

17. Johnny G Plate: mengalami kenaikan harta senilai Rp17.764.059.042 dan berubah memiliki harta Rp189.965.884.963

18. Bahlil Lahadalia: mengalami kenaikan harta senilai Rp5.296.029.042 dan berubah memiliki harta Rp300.445.709.773

19. Tjahjo Kumolo: mengalami kenaikan harta senilai Rp59.887.987 dan berubah memiliki harta Rp5.885.396.303

20. Siti Nurbaya: mengalami kenaikan harta senilai Rp129.654.530 dan berubah memiliki harta Rp4.436.133.766

21. Budi Karya Sumadi: mengalami kenaikan harta senilai Rp1.722.364.906 dan berubah memiliki harta Rp42.960.683.814

22. Gusti Ayu Bintang: mengalami kenaikan harta senilai Rp673.964.329 dan berubah memiliki harta Rp8.984.720.064

23. Suharso Monoarfa: mengalami kenaikan harta senilai Rp9.932.101.986 dan berubah memiliki harta Rp69.793.308.036

24. Sofyan Djalil: mengalami kenaikan harta senilai Rp618.068.836 dan berubah memiliki harta Rp83.617.626.814

25. Zainuddin Amali: mengalami kenaikan harta senilai Rp1.869.157.205 dan berubah memiliki harta Rp19.098.803.711

26. Halim Iskandar: mengalami kenaikan harta senilai Rp2.170.708.339 dan berubah memiliki harta Rp8.457.222.051

27. Pramono Anung: mengalami kenaikan harta senilai Rp460.000.000 dan berubah memiliki harta Rp97.752.063.993

28. Moeldoko: mengalami kenaikan harta senilai Rp563.720.102 dan berubah memiliki harta Rp46.700.834.733

Kekayaan Tetap

29. Syahrul Yasin Limpo: tidak mengalami kenaikan harta dan memiliki harta Rp19.965.542.532

Penurunan Harta Kekayaan

Sementara itu, pejabat penyelenggara negara yang mengalami penurunan harta kekayaan yakni sebagai berikut:

30. Ma'ruf Amin: mengalami penurunan harta senilai Rp536.270.307 dan berubah memiliki harta Rp14.587.667.283

31. Muhadjir Effendi: mengalami penurunan harta senilai Rp8.382.845.859 dan berubah memiliki harta Rp72.624.257.063

32. Nadiem Makarim: mengalami penurunan harta senilai Rp32.581.122.602 dan berubah memiliki harta Rp1.192.425.517.883

33. Agus Gumiwang K: mengalami penurunan harta senilai Rp18.170.659.999 dan berubah memiliki harta Rp198.559.515.509

34. Sandiaga Uno : mengalami penurunan harta senilai Rp1.284.193.138.775 dan berubah memiliki harta Rp3.815.767.386.190

35. Erick Thohir: mengalami penurunan harta senilai Rp3.663.833.531 dan berubah memiliki harta Rp2.312.936.263.854

36. Basuki Hadimuljono: mengalami penurunan harta senilai Rp812.159.083 dan berubah memiliki harta Rp18.616.735.217

Lain-lain

37. Tito Karnavian belum melaporkan harta kekayaan per 30 Desember 2020. Namun, data akhir tahun 2019, Tito memiliki harta senilai Rp18.090.466.263

38. Kapolri Jenderal (Polisi) Listyo Sigit Prabowo yang dilantik Presiden Joko Widodo pada 27 Januari 2021, tercatat memiliki kekayaan sebesar Rp 8.314.735.000.  

39. Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa yang dilantik Presien Joko Widodo pada 17 November 2021, tercatat memiliki kekayaan sebesar Rp 179.996.172.019.
 
40. Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan memiliki harta kekayaan sejumlah Rp22.657.379.555 dan US$24.000. Budi melaporkan harta kekayaannya pada 26 Juli 2013, saat menjabat Kepala Lembaga Pendidikan Kepolisian (Kelemdikpol).

Gubernur

1. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan: mengalami penurunan harta senilai Rp149 juta dan berubah memiliki harta Rp10,15 miliar

2. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo: mengalami kenaikan harta senilai Rp550 juta dan berubah memiliki harta Rp 10,5 miliar.

3. Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil: mengalami kenaikan harta senilai Rp6,6 miliar dan berubah memiliki harta Rp 20,1 miliar.