Gempa Lokal Picu Aktivitas Gunung Anak Krakatau Meningkat

Anak Gunung Krakatau menghembuskan abu vulkanik
Sumber :
  • VIVA/Yandi Deslatama

VIVA – Aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK) meningkat sejak Kamis pagi, 03 Januari 2022, disebabkan gempa bumi di sekitar gunung berapi. Statusnya masih berada di Level 2 atau waspada sejak tahun 2019. Dilarang ada aktivitas atau mendekat dalam radius 2 kilometer (km).

"Kemungkinan besar efek dari adanya kemarin ada gempa tektonik lokal di sekitar GAK, sehingga meningkatkan aktivitas," kata Deny Mardiono, petugas Pos Pantau GAK, melalui telepon selulernya, Kamis, 3 Februari 2022.

Kekuatan gempa lokal yang terjadi di tubuh GAK hingga radius 10 km dari gunung berapi itu tidak bisa dideteksi oleh petugas pos pantau Anak Krakatau di Pasauran, Kabupaten Serang, Banten. 

Gunung Anak Krakatau mengeluarkan erupsi abu kolom putih

Photo :
  • PVMBG

"Kalau radiusnya mungkin seputaran Krakatau aja, mungkin bisa di Gunung Anak Krakataunya sendiri, di luar Krakataunya juga. Mungkin jarak antara 2-10 km lah. Gempa lokal yang bisa memicu aktifitas Anak Krakatau," ujarnya.

Aktivitas GAK yang meningkat sudah dilaporkan ke PVMBG, kemudian diunggah ke situs maupun aplikasi resmi sebagai peringatan dini bagi masyarakat.

Masyarakat diminta tetap waspada, tidak panik dan jangan termakan informasi yang tidak jelas asal usulnya.

"Kita sudah melaporkan sesuai kejadian di pos pengamatan ini ke Bandung, di Bandung sudah menanggapinya, asapnya menerus, karena untuk warning system, untuk peringatan dini ke masyarakat sehingga dimasukkan ke magma. Sampai saat ini belum terekam gempa letusan atau erupsi," ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, Gunung Anak Krakatau mengeluarkan asap setinggi 200 meter, mengarah ke Pulau Jawa. Semburan asap pekat itu terjadi Kamis sore, 03 Januari 2022.