Anies Ingin Anak Palestina Dibawa ke Indonesia Lihat Rukunnya Kita Lalu Dibawa Kembali ke Sana

Bakal capres Koalisi Perubahan, Anies Baswedan
Sumber :
  • VIVA/Yeni Lestari

Jakarta – Menurut Anies Baswedan, capres dari Koalisi Perubahan, jangan terlalu berharap bahwa kita bisa menyelesaikan konflik Palestina-Israel. Tapi menurutnya, persatuan adalah cara yang tepat malawan penjajah, dan orang Palestina bisa melihat langsung itu di Indonesia.

Anies meyebutkan pemerintah tidak perlu berpretensi secara berlebihan yang tidak termasuk dalam kemampuan negara Indonesia. Sebab, hal itu di luar kapasitas otoritas Indonesia.

"Kita tidak usah berpretensi bisa menyelesaikan konflik Israel-Palestina. Itu jauh sekali dari sekali dari sisi kemampuan, kapasitas kita," ujar Anies kepada wartawan, Rabu 8 November 2023.

Lantas, dia pun menyinggung terkait ketika Indonesia merebut kemerdekaan hingga diproklamasikan pada 17 Agustus 1945. Dia menuturkan kalau hal itu bisa dilakukan lewat negosiasi atau diplomasi. Tidak bisa dilakukan jika kondisi perang.

"Kita menyadari bahwa dari pengalaman kita. Ketika kita mencoba kemerdekaan dulu, tidak mungkin ada peperangan yang menghasilkan perdamaian, tidak mungkin," kata Anies.

Maka dari itu, Anies memberikan sebuah usul. Yakni dengan membawa langsung anak-anak Palestina ke Indonesia. Sehingga mereka bisa melihat dan merasakan langsung bagaimana persatuan itu bisa membua negara kuat seperti di Indonesia.

"Apa kata kuncinya sebelum negosiasi? Bersatu. Jadi Indonesia proaktif mempersatukan Palestina. Menurut saya peran Indonesia di situ," jelas Anies.

"Apa susahnya bawa mereka ke sini? Lihat mereka kehidupan di sini. Bisa ratus bisa ribu, tinggal di sini. melihat bagaimana kita bisa bersatu, tenang, teduh, bawa pengalaman itu, mereka pulang," imbuhnya.

Menurut eks Gubernur DKI Jakarta itu, untuk mewujudkan kemerdekaan Palestina itu bisa dilakukan dengan berinvestasi lewat generasi muda. Karena generasi penerus Palestina yang diharapkan punya pengalaman yang baik tentang kemerdekaan secara langsung.

"Jadi proaktifnya itu bukan hanya di level politik, tapi di level pendidikan, pendidikan kultural. Di sisi mana yang bisa kita reach out. Tujuannya membantu mempercepat terjadinya persatuan di situ," tutur dia.