Legislator DPR Minta Karhutla di Kalimantan Ditetapkan Jadi Bencana Nasional

Daniel Johan
Sumber :
  • DPR RI

Jakarta, VIVA – Anggota Komisi IV DPR RI, Daniel Johan meminta pemerintah menetapkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan sebagai bencana nasional.

Dia menuturkan, karhutla di Kalimantan sudah hampir melumpuhkan aktivitas warga dan mengganggu kesehatan serta perekonomian masyarakat. 

Daniel pun meminta data-data titik karhutla di Kalimantan yang sudah dimiliki oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), segera diterjemahkan sebagai tindakan untuk pemadaman dalam hitungan jam.

“Pemerintah perlu menetapkan status karhutla di Kalimantan sebagai bencana nasional karena dampaknya sangat signifikan,” kata Daniel Johan dalam keterangannya, Jumat, 21 Agustus 2026.

Berdasarkan data BNPB, sebaran titik panas atau hotspot di wilayah Kalimantan tertinggi berada di wilayah Kalimantan Tengah dengan 767 titik. Disusul Kalimantan Barat 560 titik, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur masing-masing 74 titik, serta Kalimantan Utara ada 3 titik.

"Setiap hotspot (titik api) dengan tingkat kepercayaan (verifikasi) tinggi harus segera diterjemahkan menjadi daftar lokasi prioritas yang wajib diverifikasi dan ditangani di lapangan," ungkap dia.

Dia pun prihatin atas banyaknya karhutla itu, karena peristiwa itu semakin mengganggu masyarakat, bahkan menghambat aktivitas anak-anak untuk bersekolah. Salah satunya, kata dia, Kabupaten Kubu Raya dan Kota Pointianak pun telah meliburkan aktivitas sekolah.

Maka dari itu, dia meminta pemerintah segera mengatasi karhutla itu dengan mengerahkan pasukan pemadaman secara masif, memperkuat operasi water bombing, serta menerjunkan tim darat gabungan dari Manggala Agni, BPBD, dan TNI/Polri yang difokuskan pada titik-titik api di lahan gambut yang guna mencegah api meluas.

Di sisi lain, dia pun meminta kepada masyarakat yang ikut membantu proses pemadaman karhutla untuk melengkapi diri dengan alat pemadam api dan perlindungan keamanan yang memadai.

“Jika memang sudah berpotensi membahayakan, serahkan proses pemadaman kepada petugas. Dan penting juga standar keamanan diperhatikan kepada para petugas lapangan yang terus berjibaku memadamkan karhutla,” kata dia. (Ant)