Prabowo Minta 900 Hektare Hutan dan Lahan yang Masih Terbakar di Riau Segera Dipadamkan

Presiden Prabowo Subianto
Sumber :
  • Tangkapan Layar Youtube Sekretariat Presiden

Riau, VIVA – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau sepanjang 2026 telah membakar lebih dari 16.000 hektare. Namun, dari luasan tersebut, sekitar 900 hektare masih terbakar hingga Senin, 24 Agustus 2026.

Kondisi tersebut disampaikan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau M. Edy Afrizal saat melaporkan perkembangan penanganan karhutla kepada Presiden Prabowo Subianto. Laporan itu disampaikan dalam tayangan YouTube Sekretariat Presiden.

Edy mengatakan peningkatan karhutla di Riau pada 2026 dipicu fenomena El Nino yang disebutnya sangat kuat. Kondisi tersebut membuat ancaman kebakaran meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.

“Mohon izin, untuk kondisi di Provinsi Riau, memang di tahun 2026 ini terjadi peningkatan. Ini memang dipicu oleh fenomena El Nino yang sangat kuat sehingga dibandingkan dengan tahun 2025 ada peningkatan,” kata Edy.

Berdasarkan pemantauan hingga 23 Agustus 2026, terdapat 306 titik panas atau hotspot yang terdeteksi di Riau. Dari jumlah tersebut, tujuh titik telah berkembang menjadi kebakaran dan tersebar di empat kabupaten.

“Untuk pertanggal kemarin, 23 Agustus, terdeteksi hotspot di Provinsi Riau sebanyak 306 titik. Nah, dari hotspot 306 titik ini, yang sudah menjadi terbakar 7 titik, yaitu tersebar di 4 kabupaten,” ujar Edy.

Tujuh titik kebakaran tersebut masing-masing berada di Kabupaten Pelalawan sebanyak satu titik, Indragiri Hilir dua titik, Indragiri Hulu dua titik, dan Kampar dua titik. Dua wilayah yang masih menjadi perhatian utama yakni Kerumutan di Pelalawan dan Rimbo Panjang di Kampar.

“Pertama di Kabupaten Pelalawan 1 titik, Indragiri Hilir 2 titik, Indragiri Hulu 2 titik, Kampar 2 titik. Nah, saat ini yang agak masih cukup besar itu berada di Kabupaten Pelalawan, itu di Kerumutan, dan Kabupaten Kampar di Rimbo Panjang,” kata Edy.

Secara kumulatif, luas lahan yang terbakar di Riau sejak Januari hingga Agustus 2026 mencapai 16.277,50 hektare. Dalam periode yang sama, pemerintah mencatat 10.514 hotspot dan 521 titik yang telah berubah menjadi firespot atau titik kebakaran.

“Selanjutnya untuk luasan terbakar dari di Provinsi Riau dari Januari sampai dengan bulan Agustus ini berjumlah sebanyak 16.277,50 hektar,” ujar Edy.

Meski demikian, sebagian besar titik kebakaran tersebut telah berhasil dipadamkan. Dari 521 firespot yang tercatat sepanjang Januari-Agustus, saat ini tersisa tujuh titik yang masih terbakar.