Jadi Beking Debt Collector, Polisi Dihakimi Warga

Ilustrasi bullying
Sumber :
  • iStockphoto
VIVAnews - Salah seorang anggota Reskrim Polres Sumenep, jadi bulan-bulanan warga Gapura Sumenep, Madura. Warga geram, polisi itu jadi beking debt collector
atau penagih utang.

Peristiwa berawal ketika oknum polisi berinisial HD dengan kedua rekannya yang bekerja sebagai penagih utang salah satu
leasing
sepeda motor sedang menghadang Haellil (20 tahun), warga Desa Romben Dungkek Sumenep.


Ketika dihadang, Haellil dibentak oleh HD dan kedua rekannya. Mereka meminta kunci sepeda motor milik Haellil. Pemuda itu bersikeras tetap mempertahankan sepeda motornya.


HD dan dua temannya penagih utang akhirnya memukuli Haellil. Dada, perut dan kepala Haellil lebam dihajar HD dan dua temannya.


Warga yang melihat peristiwa itu langsung mengejar HD dan dua temannya. Tertangkap, HD dan dua temannya dipukuli warga. Mereka geram, ketiga orang itu memukuli seorang pemuda.


"Warga marah mereka melakukan perampasan sepeda motor," ujar Umar, warga yang menyaksikan kejadian tersebut, Jumat 2 Januari 2015.


Kata Umar, saat it HD dan dua temannya masih beruntung. Anggota kepolisian setempat melihat kejadian dan langsung melerai warga yang sedang marah.


Kasubag Humas Polres Sumenep, AKP Jaiman, membenarkan peristiwa itu. "Kami akan melakukan pengejaran terhadap rekan
debt collector
HD, yang berinisial AG dan YD untuk melakukan penyelidikan lebih dalam," katanya.


Akibat dipukuli, Haellil saat ini masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Sumenep. Dia mengalami luka serius di dada, perut, dan kepala akibat pukulan benda tumpul.


"Tiba-tiba ketika terbangun saya sudah di rumah sakit, mas," ujar Haellil.


Veros Afif/Madura