Ditipu Perusahaan, Untung Terlantar di Hutan Bakau

Untung, pria terlantar asal Jawa Timur
Sumber :
  • VIVA.co.id/Aceng Mukaram

VIVA.co.id - Seorang pria asal Jawa Timur mengaku terlantar setelah ditipu sebuah perusahaan kayu bakau di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat.

Beruntung, pria yang belakangan diketahui bernama Untung (35) ini berhasil dibantu oleh TNI dari sebuah kamp dan dibawa ke Pelabuhan Dwikora di pusat kota.

Dari ceritanya, Untung yang mengaku asal Pacitan ini tiba di Kalimantan Barat sejak Maret 2015. Ia bersama tujuh rekannya menawarkan diri bekerja di sebuah perusahaan, dengan upah harian Rp25 ribu.

"Bermodal uang pinjaman Rp3 juta saya ke sini bersama teman. Tapi nyatanya bukannya untung, malah kami ketipu. Yang ada malah utang terus,” ujar Untung di Pelabuhan Dwikora, Selasa, 30 Juni 2015.

Berbulan-bulan bekerja, memang tak memberikan apa-apa untuk Untung. Biaya makan harian yang cuma mengandalkan utang ke warung perusahaan, justru membuatnya makin kesusahan.

“Tekor terus. Nggak ada hasil. Masih utang, kata yang punya warung masih banyak utang kamu,” ujar pria yang mengaku tak bisa baca tulis ini.

Tak cuma itu, karena minimnya fasilitas kesehatan. Kini, sekujur tubuh Untung ikut menderita. Tajamnya getah bakau di tempatnya bekerja membuat kulit Untung melepuh, bernanah dan gatal-gatal.

Kini, setelah diselamatkan TNI di kamp perusahaan yang menelantarkannya, Untung akan dibantu dipulangkan ke Jawa. Sedangkan untuk rekan Untung, sudah sejak awal berhasil menyelamatkan diri.

Direncanakan pada Selasa malam, 30 Juni 2015, ia akan dipulangkan oleh Dinas Sosial setempat. "Tadi kami juga sudah lapor polisi untuk keterangan identitasnya. Karena prosedur orang terlantar seperti itu. Yang biayai untuk kepulangannya, Dinsos Kota Pontianak yang bayarin semua,” ujar petugas Dinas Sosial Oskar Ibrahim.

Sementara, petugas di Kepolisian Pelaksana Pengamanan Pelabuhan Laut (KP3L) Pontianak, Aiptu Hadiono, mengaku jumlah orang terlantar di wilayahnya memang banyak. Namun tak diketahui persis, dimana saja keberadaannya.

“Terkadang mereka ini takut lapor sama kita (polisi). Karena mereka ini kan rata-rata dibawa oleh orang. Sudah sering kita nerima laporan kayak ini.”

(mus)