Sipir Ditendang Saat Napi Teroris Bertemu Istri di Toilet
Minggu, 9 Agustus 2015 - 17:28 WIB
Sumber :
- VIVA.co.id/ Dyah Ayu Pitaloka.
VIVA.co.id - Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Lowokwaru, Malang, Eny Purwaningsih, mengaku tidak mengetahui apa yang dilakukan narapidana teroris bernama William Maksum dan istrinya di dalam toilet ruang kunjungan.
Namun, sipir terpaksa menggedor pintu toilet karena ada aturan di dalam LP, yang menyebutkan tidak ada yang diperbolehkan berada di dalam toilet lebih dari satu orang.
"Patut dicurigai walaupun petugas tidak tahu apa yang dilakukan terpidana dan istrinya di dalam kamar mandi," kata Eny, Minggu 9 Agustus 2015.
Eny menuturkan, William dan istrinya masuk ke toilet beberapa saat sebelum jam kunjungan habis.
Saat itu, sekitar pukul 11.45 WIB, Sabtu 8 Agustus 2015, jam kunjungan pagi segera berakhir. Petugas mulai mengingatkan narapidana dan pengunjung untuk segera menyudahi masa kunjungan.
"Ketika sedang mengingatkan itu petugas melihat dua orang sedang masuk ke dalam kamar mandi,"kata Eny.
Namun, salah satu dari sembilan narapidana yang sedang menerima kunjungan keluarganya mendatangi petugas. Ia tak terima petugas menggedor pintu toilet itu, adu mulut pun tak terelakan hingga akhirnya narapidana itu menendang sipir.
Sipir lain di sekitar ruang kunjungan sigap mengamankan peristiwa itu. Namun, narapidana membuat gaduh dengan meneriakkan berbagai perkataan perlawanan mereka.
Narapidana dipindahkan
Usai keributan itu, sembilan narapidana kasus terorisme itu terpaksa dipindah ke lima LP yang berbeda di Jawa Timur.
Mereka dipindahkan untuk mencegah keributan serupa terjadi di kemudian hari. Kesembilan narapidana ini dipidahkan menggunakan dua panser dan dua mobil tahanan.
Proses pemindahan berlangsung dalam tiga gelombang. Mereka dikawal petugas gabungan Detasemen B Brigade Mobil Kepolisian Daerah Jawa Timur, Ampeldento Malang.
Narapidana yang dipindah yakni William, Khairul Ikhwan, Budi Utomo, Wagiono, Agung Fauzi, dan Sutrisno. Mereka narapidana ini merupakan kelompok dari Abu Roban.
Berikutnya narapidana terorisme lain Agung terlibat kasus terorisme di Makassar, Fadli Sadama dan Tamrin terlibat terorisme merampok Bank CIMB Niaga Medan. (ren)
Baca Juga :
Namun, sipir terpaksa menggedor pintu toilet karena ada aturan di dalam LP, yang menyebutkan tidak ada yang diperbolehkan berada di dalam toilet lebih dari satu orang.
"Patut dicurigai walaupun petugas tidak tahu apa yang dilakukan terpidana dan istrinya di dalam kamar mandi," kata Eny, Minggu 9 Agustus 2015.
Eny menuturkan, William dan istrinya masuk ke toilet beberapa saat sebelum jam kunjungan habis.
Saat itu, sekitar pukul 11.45 WIB, Sabtu 8 Agustus 2015, jam kunjungan pagi segera berakhir. Petugas mulai mengingatkan narapidana dan pengunjung untuk segera menyudahi masa kunjungan.
"Ketika sedang mengingatkan itu petugas melihat dua orang sedang masuk ke dalam kamar mandi,"kata Eny.
Namun, salah satu dari sembilan narapidana yang sedang menerima kunjungan keluarganya mendatangi petugas. Ia tak terima petugas menggedor pintu toilet itu, adu mulut pun tak terelakan hingga akhirnya narapidana itu menendang sipir.
Sipir lain di sekitar ruang kunjungan sigap mengamankan peristiwa itu. Namun, narapidana membuat gaduh dengan meneriakkan berbagai perkataan perlawanan mereka.
Narapidana dipindahkan
Usai keributan itu, sembilan narapidana kasus terorisme itu terpaksa dipindah ke lima LP yang berbeda di Jawa Timur.
Mereka dipindahkan untuk mencegah keributan serupa terjadi di kemudian hari. Kesembilan narapidana ini dipidahkan menggunakan dua panser dan dua mobil tahanan.
Proses pemindahan berlangsung dalam tiga gelombang. Mereka dikawal petugas gabungan Detasemen B Brigade Mobil Kepolisian Daerah Jawa Timur, Ampeldento Malang.
Narapidana yang dipindah yakni William, Khairul Ikhwan, Budi Utomo, Wagiono, Agung Fauzi, dan Sutrisno. Mereka narapidana ini merupakan kelompok dari Abu Roban.
Berikutnya narapidana terorisme lain Agung terlibat kasus terorisme di Makassar, Fadli Sadama dan Tamrin terlibat terorisme merampok Bank CIMB Niaga Medan. (ren)