Pria Ini Sediakan Jasa Lacak Pasangan Selingkuh

Ilustrasi selingkuh atau cinta segitiga
Sumber :
  • istockphoto

VIVA.co.id - Anda ragu menikah dengan calon pasangan? Ingin menyelidiki kepribadiannya? Ingin mengecek tingkat kesetiaan seseorang terhadap pasangannya? Anda membutuhkan bukti perselingkuhan. Pengintai perselingkuhan siap membantu Anda untuk mencari kebenaran dan bukti perselingkuhan pasangan anda.

Demikian bunyi iklan di website tentang detektif swasta atau partikelir yang bisa disewa untuk menyelidiki perselingkuhan pasangan.

Slogan itu dibuat tidak main-main bagi Ryon, penyedia jasa detektif swasta dengan nama Panca Indera. Dalam melakukan pelacakan, kepuasan klien dengan kepastian hasil investigasi yang maksimal  adalah yang utama.

Patuh Kode Etik

Walau pekerjaan investigasi terbilang rumit, tapi Ryon mengaku selalu berpegang pada kode etik. "Di Panca Indera dilarang menjebak target, dan juga dilarang keras bermain double agent," katanya baru-baru ini.

"Double agent itu artinya, setelah mendapat bukti, si detektif merayu target agar terjadi 86. Jadi dia dapat dari dua-duanya. Dari klien dapat, dari target pun juga dapat! Hal ini bagi saya teramat sangat memalukan dan menistakan profesi."

Ditanya soal risiko yang dihadapi dalam menjalani pekerjaannya tersebut, Ryon tidak mengelaknya. Namun namanya sudah menjadi  profesi, apa pun yang dihadapi ia pantang surut langkah.

Memang, profesi Ryon juga menuntut presisi dan detil waktu  yang tepat. Sebab, jika salah melakukan pergerakan, risikonya cukup fatal.
 
"Jujur, saya pernah dikeroyok bodyguard seseorang yang jadi target. Di lain waktu saya juga pernah dikejar-kejar ajudan seorang pejabat yang membawa pistol. Target memang orang penting di sebuah instansi," cerita Ryon, tanpa menyebut nama instansi yang dimaksud.

Tak Jauh dari Masalah Ranjang

Hasil atau bukti investigasi yang dilakukan penuh resiko itu selanjutnya diserahkan pada klien. Selanjutnya tergantung apa kemauan klien. Karena, tiap orang punya keinginan berbeda menyangkut ending dari investigasi tersebut.

“Ada juga klien yang meminta lebih dari sekedar bukti materi berupa video atau foto semata. Tapi, mereka meminta motif perselingkuhannya apa. Nah, kalau ceweknya wanita panggilan, cukup mudah untuk mendapatkan keterangan tentang motifnya apa. Kita bayar saja, dia akan cerita,” jelasnya.

Tapi, kalau selingkuhan si target bukan cewek sembarangan, perlu pendekatan lain dan lebih khusus. “Kalau sudah begini, biasanya saya sampai melibatkan istri saya sendiri. Sesama wanita kan bisa lebih mudah melakukan pendekatan secara psikologis. Sebenarnya, motif atau alasan terjadinya perselingkuhan, rata-rata sih karena urusan ranjang. Ya, si target tidak puas karena pasangannya sibuk atau dingin di ranjang, dan segala macamnya,” katanya.
 
Ia pun menceritakan pengalaman yang tidak menyenangkan saat menyelidiki perselingkuhan.

"Saya pernah mendapat order dari seorang ibu pengusaha. Ini pengusaha kakap! Jobnya lima hari saya mengintai target. Ternyata selama itu target tak melakukan yang nggak-nggak. Artinya, suami klien yang saya intai tak ditemukan berbuat seperti yang diduga oleh istrinya,” ujarnya.

Targetnya itu hanya makan malam dengan koleganya, bahkan malam hari pun enggak keluar hotel dan juga enggak ada tamu masuk kamar hotelnya. “Saya tahu persis itu, karena saya booking kamar, pas di sebelahnya. Karena tak berhasil mendapatkan bukti perselingkuhan selama pengintaian di hotel tersebut, si istri yang jadi klien saya itu marah besar,” katanya.
 
Dia bilang, ‘Kamu ini sudah saya bayar mahal, kok nggak ada hasilnya,’ lalu saya jelaskan apa adanya, bahwa si suami memang sedang tidak berbuat seperti yang diduga.  Syukurlah, akhirnya klien itu bisa ngertiin,” papar Ryon panjang lebar.

Untuk investigasi ke luar negeri, Ryon mengaku juga pernah menyamar menjadi seorang striper di Thailand dan menyamar menjadi seorang bartender di Manila, Filipina.