Menteri Yuddy: Kebakaran Mapolda Jateng Berkah

Yuddy Chrisnandi.
Sumber :
  • VIVA.co.id/ Dwi Royanto
VIVA.co.id
- Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Yuddy Chrisnandi menyatakan musibah kebakaran hebat yang menghanguskan markas Polda Jawa Tengah, Rabu 30 September 2015 merupakan sebuah berkah. Sebab, pascakebakaran pemerintah pusat akan langsung membangun gedung baru Mapolda yang lebih representatif.


Disela meninjau langsung gedung Mapolda Jateng yang terbakar, Yuddy mengaku, sebetulnya sebelum terjadi kebakaran, Polda Jawa Tengah sempat berencana mengganti gedung lama dengan gedung baru yang lebih baik.


Perencanaan itu bahkan sudah dilakukan sejak tahun 2003 saat Kapolda Jateng Irjen Pol Nur Ali masih menjabat sebagai Kapolwiltabes Semarang. Namun hal itu urung dilakukan pembangunannya hingga tahun 2015 ini.


"Perencanaan (gedung baru) ada konsepnya sejak 2003. Jadi perencanaan itu dibuka kembali. ini namanya musibah membawa berkah," kata Yuddy disela tinjauan di Mapolda Jateng Semarang, Selasa 6 Oktober 2015.


Meski kebakaran itu tak ada unsur kesengajaan, namun rencana pembangunan yang sudah ada sejak puluhan tahun silam itu akan segera terealisasi. Pascakebakaran, Presiden Joko Widodo langsung memberikan dukungan dengan berkomitmen membangun kembali gedung yang rusak.


"Jadi gedung baru nanti akan diintegrasikan dengan rencana lama, yaitu membangun gedung yang representatif dan sekalian saja perbaikan," kata Yuddy.


Pemerintah Pusat bahkan siap mengucurkan dana pembangunan gedung baru yang akan diambil dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Nasional (APBN) 2016.


"Pengganggaran tahun ini rasanya tidak mungkin, karena tinggal dua bulan lagi. Mungkin masuk di anggaran 2016.  Nanti saya akan sampaikan ke Kepala Satker agar pembangunan gedung Polda Jateng menjadi prioritas," kata Yuddy.

Menurutnya, anggaran yang diajukan Polda Jawa Tengah kurang dari Rp200 miliar. "Prinsipnya, Bapak Presiden memberikan sinyal dukungan kuat untuk segera memperbaiki. Tadi dari Pak Kapolda kira-kira di atas Rp100 miliar tapi di bawah Rp200 miliar," kata Yuddy.