Menguak Sosok Wanita Misterius di Lukisan Bung Karno

Sosok Rini di lukisan Bung Karno
Sumber :
  • VIVA.co.id / Dody Handoko

VIVA.co.id - Selain sebagai negarawan, Soekarno ternyata juga dikenal sebagai seniman lukis. Karya Bung Karno berjudul “Rini” dibuat tahun 1958.

Krisna Hermawan dalam tulisan Bung Karno dan Seni Lukis Indonesia menceritakan, lukisan itu menggambarkan seorang wanita menghadap ke kanan, mata melihat ke bawah.

Bibir tertutup rapat, rambut berwarna hitam, berombak (dikuncir), wajah berbentuk oval, kulit coklat cerah, di belakang telinga kiri dipasang sekuntum bunga berwarna putih, merah, dan sedikit hijau (daun).
 
Wanita tersebut memakai baju kebaya berwarna hijau muda lengan panjang dan memakai bawahan kain batik. Dengan pose duduk santai, tangan diletakkan di atas paha. Posisi tangan bersilang (tangan kanan diatas tangan kiri).
 
Tangan kanan ke depan, jari-jari kelihatan renggang. Sedangkan jari-jari tangan kiri tidak terlihat karena tertutupi oleh siku tangan kanan. Di bawah tangan kanan tampak sebuah buku tua berwarna coklat.

Pakaian bawahan batik yang dikenakan wanita tersebut dominan berwarna coklat muda dengan ornamen batik berbentuk abstrak berwarna coklat tua. Latar belakang dalam lukisan tersebut berwarna kuning kehijauan yang cukup cerah.

Raut muka dengan mata melihat ke bawah seolah-olah wanita dengan kebaya hijau tersebut sedang memendam masalah. Terlihat jelas air muka yang sayu. Tangan dengan posisi bersilangan terkesan lunglai dan kurang bersemangat. Baju kebaya hijau digambarkan kurang rapih dan sederhana.
 
Walaupun dalam posisi duduk terlihat santai, namun wanita tersebut tidak menunjukkan perasaan jiwa yang optimis. Latar dari objek ditampakkan warna yang sepi sehingga saling mendukung secara psikologis.
 
Lukisan Bung Karno yang berjudul Rini seakan menunjukkan keadaan rakyat Indonesia pada saat itu, khususnya kaum perempuan. Wanita yang digambarkan sebagai Rini adalah sosok “Ibu Pertiwi” yang sedang bersusah hati melihat bangsa Indonesia yang menghadapi banyak masalah.

Tidak menutup kemungkinan juga sosok Rini adalah wanita yang dikaguminya atau bahkan istrinya yang namanya disamarkan. Melihat bunga yang diselipkan di telinga kanannya adalah perlambang bahwa Bung Karno mempunyai maksud-maksud tertentu dengan wanita yang digambarkan sebagai Rini.
 
Disamping itu melalui asesoris yang dipakai Rini, Soekarno juga mengangkat batik dan kebaya. Soekarno memperkuat ciri-ciri budaya bangsa melalui gambar, menunjukkan jati diri bangsa Indonesia yang tidak terpengaruh oleh budaya asing.
 
Sedangkan sosok Rini yang terkesan sedih, bermuram durja, dan terkesan pasrah seakan  menunjukkan kondisi bangsa Indonesia pada saat itu banyak terjadi pergolakan walaupun sudah merdeka