Keluarga Korban Tragedi Asia Berjuang Dirikan Monumen

Air Asia
Sumber :
  • BBC.com

VIVA.co.id - Keluarga korban tragedi jatuhnya pesawat Air Asia QZ8051 di perairan Kalimantan, 28 Desember 2014 lalu, memiliki keinginan khusus. Mereka ingin mendirikan monumen tragedi pesawat tersebut di area Bandara Internasional Juanda, Surabaya. Tetapi, rencana itu belum bisa terealisasi karena terkendala izin.

Koordinator keluarga korban, Sieny Gunawan, mengatakan bahwa rencana membangun monumen untuk mengenang korban tragedi Air Asia QZ8051 sudah lama dibicarakan. 

"Tapi untuk mendirikan monumen kan butuh izin, Mas. Kami masih berjuang," kata Sieny kepada VIVA.co.id, Minggu, 27 Desember 2015.

Sieny menambahkan, keluarga korban sudah menyampaikan rencana itu dan meminta izin kepada pihak terkait. Seperti PT Angkasa Pura I Juanda selaku pengelola lahan yang akan ditempati monumen, pihak kepolisian, dan lainnya.

"Tapi izinnya belum gol. Doakan saja, 75 persen izin beres," ujar Sieny.

Wanita yang kehilangan empat orang keluarga besarnya pada peristiwa Air Asia QZ8051 itu menambahkan, rencana pembuatan monumen itu murni inisiatif keluarga korban, terutama keluarga korban yang berasal dari Surabaya. 

"Karena korban di Surabaya kan paling banyak. Kalau monumen yang di Pangkalan Bun itu kan bukan dari keluarga korban," jelas Sieny.

Rencana tersebut akan disampaikan lagi di acara mengenang peristiwa tragis itu di Mapolda Jatim, Senin, 28 Desember 2015.

Kepala Bidang Humas Polda Jatim, Komisaris Besar Polisi RP Argo Yuwono, membenarkan rencana pembuatan monumen tragedi Air Asia QZ8051 di Bandara Juanda itu.

Menurutnya, kemungkinan itu sulit direalisasikan karena peristiwanya terjadi di perairan Kalimantan, bukan di Juanda.

"Dengar-dengar sih ada rencana keluarga bikin monumen itu di Juanda. Tapi kan di Pangkalan Bun sudan ada monumen peristiwa itu," kata Argo. (ase)