Indonesia Diminta Damaikan Iran dan Arab Saudi

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Ahmad Rizaluddin

VIVA.co.id - Indonesia sebagai negara Islam terbesar di dunia diminta proaktif dalam mendamaikan konflik antara Iran dan Arab Saudi yang kembali memanas. Masukan tersebut disampaikan berbagai pihak kepada Presiden Joko Widodo termasuk dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang diterima Presiden hari ini.

"Agar pemerintah bisa lebih aktif dalam mendamaikan konflik yang sekarang di hadapan mata antara Saudi dengan Iran," kata Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin di kompleks Kepresidenan, Jakarta, Selasa, 5 Januari 2016.

Lukman mengatakan, Indonesia juga punya sejarah aktif dalam perjuangan perdamaian, termasuk sebagai penggerak negara-negara Nonblok. Maka pemerintah saat ini juga bisa melakukan langkah-langkah menyuarakan perdamaian.

"Dan Presiden juga sangat menyambut baik karena tidak hanya pada dirinya tapi semua aspirasi yang ada di Indonesia semua menghendaki bahwa memang seharusnya konflik itu diredakan, ditiadakan," kata Lukman yang mendampingi Presiden menerima MUI.

Konflik di Timur Tengah menurut menteri agama memang memiliki kompleksitas dan sejarah panjang. Namun demi kepentingan kawasan dan dunia maka konflik diharapkan tidak semakin besar. Apalagi Indonesia juga memiliki jalinan kerja sama dengan kedua negara tersebut.

"Apalagi sekarang ini kan globalisasi sehingga kemudian dampaknya itu luar biasa besarnya."

Sementara, Ketua MUI Ma'roef Amin menilai, konflik Iran dan Arab Saudi tersebut sangat mengkhawatirkan. Apalagi negara-negara itu masing-masing memiliki koalisi di kawasan. Namun, MUI meyakini Presiden Joko Widodo akan menyuarakan agar kedua belah pihak bisa menahan diri.

"Kelihatannya Beliau (Jokowi) serius sekali mendamaikan itu," kata Ma'roef usai bertemu Jokowi.

(mus)