Evakuasi Warga Eks Gafatar, TNI AL Siapkan Dua KRI

Kapal KRI 352 Slamet Riyadi
Sumber :
  • VIVAnews/Aceng Mukaram

VIVA.co.id - TNI Angkatan Laut akan mengirimkan satu armada kapal perangnya untuk mengevakuasi ribuan warga eks anggota organisasi Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) di Pontianak, Kalimantan Barat. Warga eks anggota Gafatar itu akan dipulangkan ke daerah asalnya di Pulau Jawa.

"Rencananya sore ini jam 4, dari Surabaya ke Pontianak dengan dikawal satu peleton Marinir dari Pasmar 1 dengan KRI Teluk Bone," kata Kepala Sub Dinas Penerangan TNI AL, Kolonel Suradi Agung Slamet kepada VIVA.co.id, Rabu, 20 Januari 2016.

Suradi membenarkan pengerahan kapal perang TNI AL berdasarkan adanya permintaan dari warga dan pemerintah daerah kepada Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo untuk mengevakuasi eks anggota Gafatar di Pontianak. Permintaan itu ditindaklanjuti dengan mengirimkan KRI Teluk Bone ke Pontianak.

"Benar ada permintaan dari warga dan pemerintah untuk evakuasi (Gafatar)," ujarnya menambahkan.

Selain KRI Teluk Bone, TNI AL juga menyiagakan satu lagi armada kapal perangnya, yakni KRI Gilimanuk untuk mengevakuasi eks anggota Gafatar di Pontianak. "Kalau nanti nggak cukup (KRI Teluk Bone), didukung KRI Gilimanuk," terang Suradi.

Suradi menambahkan, pelibatan kapal perang TNI dalam operasi militer selain perang, termasuk evakuasi warga eks anggota Gafatar di Pontianak, harus melalui perintah langsung Panglima TNI. "Mau Darat, Laut, Udara, pengerahan unsur alutsista harus perintah Panglima TNI."

Sebelumnya, ribuan warga mantan anggota organisasi Gafatar dikumpulkan di markas Pembekalan Angkutan Daerah Militer (Bekangdam) XII/Tanjungpura, Pontianak, Kalimantan Barat, Rabu, 20 Januari 2016.

Warga tersebut adalah eks anggota Gafatar di Desa Moton, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, yang diusir paksa oleh warga setempat, dan pemukimannya dibakar massa pada Selasa petang, 19 Januari 2016.

Setelah didata, pemerintah bersama jajaran TNI-Polri akan memulangkan warga eks Gafatar itu ke daerah asalnya, yang sebagian besar berasal dari Pulau Jawa. Proses evakuasi rencananya akan menggunakan kapal TNI AL.

(mus)