Menteri Yohana Dukung Pembuatan Film Bocah Engeline

Engeline, bocah SD yang tewas terbunuh di Bali
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Fikri Yusuf

VIVA.co.id - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Yembise berharap, penegakan hukum di Indonesia lebih digalakkan lagi tanpa pandang bulu.

Berkaca dari kasus tragedi Engeline, bocah kecil yang mati mengenaskan, Yohana berharap itu bisa dituntaskan.

"Saya sangat mengharapkan, supaya law enforcement (penegakan hukum) yang ada di Indonesia harus ditegakkan, karena UU Perlindungan Anak itu selama ini belum diterapkan secara optimal," kata Yohana di Nusa Dua, Selasa 26 Januari 2016.

Yohana berharap, kasus kematian bocah mungil Engeline menjadi penyadar bagi semua pihak betapa pentingnya penegakan hukum, utamanya UU Perlindungan Anak.

"Saya berharap, dengan adanya kasus Engeline ini UU Perlindungan Anak harus ditegakkan," ujarnya.

Engeline, Yohana melanjutkan, merupakan salah satu contoh bagaimana anak Indonesia dieksploitasi, dianiaya, dan ditelantarkan.

"Menurut saya Engeline ini adalah salah satu contoh model untuk anak-anak yang selama ini dieksploitasi, dianiaya, ditelantarkan," ujar dia.

Dalam kerangka itu, Yohana mengaku mendukung pembuatan film Engeline sepanjang ia dibuat dalam format dokumenter.

"Jadi, saya support juga kalau memang ada film dokumentasi. Tetapi, saya pikir untuk sementara ini jangan dulu, sampai ada satu keputusan. Karena, ceritanya kan berlanjut sampai pada putusan terakhir," katanya.

Yang terpenting, Yohana melanjutkan, film dokumenter itu nantinya dapat memberi inspirasi kepada anak-anak dan perempuan Indonesia untuk saling waspada, menghargai, dan mendeteksi dini aksi kekerasan dan penelantaran.

"Untuk bisa dilaporkan jika terjadi kekerasan, sehingga kita berharap kekerasan terhadap perempuan dan anak dia bisa turun," katanya. (asp)