Napi 70 Tahun Semangat Belajar Bahasa Inggris

Sumber :
  • D.A.Pitaloka/ VIVA.co.id

VIVA.co.id - Warga binaan penghuni Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Wanita Kelas IIA Sukun, Malang, Jawa Timur, mengikuti kursus Bahasa Inggris. Mereka berharap bisa mengerti dan berbicara Bahasa Inggris setelah keluar dari Lapas nanti. Peserta belajar di lapas ini rata-rata berusia 30 tahun, meskipun ada pula yang berusia lanjut.

“Ada yang paling tua berusia 70 tahun, napi kasus kejahatan perbankan. Beliau memang selalu aktif belajar. Rata-rata warga Lapas berusia 30 tahun dan punya kasus narkoba,” kata Ngatirah, Kepala Lapas Kelas IIA Sukun, Malang, Rabu, 27 Januari 2016. 
 
Dari 345 penghuni Lapas, sekitar 50 diantaranya mengikuti kegiatan belajar Bahasa Inggris yang rencananya diadakan dua kali dalam sepekan. Lapas bekerja sama dengan Desa Inggris, sebuah lembaga pendidikan Bahasa Inggris yang banyak memberikan pengajaran gratis pada masyarakat tak mampu di Kecamatan Singosari, Malang.
 
"Mereka mengajukan sendiri keinginan untuk belajar Bahasa Inggris," jelasnya.
 
Rabu pagi ini, penguni lapas berkumpul di aula dan menerima materi Bahasa Inggris untuk pertama kali. Mereka melihat drama 'Ande-Ande Lumut' dalam bahasa Inggris, dan mulai belajar dalam lingkaran kecil. Terdapat tiga kelompok yang dipandu tiga pengajar Bahasa Inggris.
 
Pengelola Desa Inggris, Avin Nadhir memilih menggunakan teknik belajar menyenangkan, mengingat usia warga binaan dan materi pembelajaran bahasa Inggris yang sudah lama ditinggalkan.  
 
“Targetnya mereka bisa berbicara Bahasa Inggris, meskipun harus mulai dari dasar karena rata-rata sudah lama tidak belajar Bahasa Inggris. Idealnya kursus dilakukan satu tahun, tetapi kami lihat perkembangan mereka juga," kata Avin. 
 
Menanggapi program ini, penghuni lapas menyambut baik program tersebut. Ana Ayu Pertiwi, warga binaan asal Surabaya berencana menggunakan keahlian bahasa Inggrisnya untuk bekerja kembali di Salon. Warga yang terjerat kasus narkoba itu, mengaku ingin membuat usaha salon sendiri setelah keluar dari Lapas.
 
“Bisa Bahasa Inggris untuk kerja di salon lagi. Terakhir belajar Bahasa Inggris tahun 2010 saat di SMA,” ungkapnya.
 
Warga binaan lainnya, Epi Andini asal Trenggalek berharap, kemampuan Bahasa Inggrisnya bisa bermanfaat saat pulang ke negara asal suaminya, di Malaysia. “Nanti setelah keluar saya akan pulang ke Malaysia, ke negara asal suami saya,” ujar Epi.