Ini 26 Korban Tewas Akibat Minuman Oplosan di Yogyakarta

Sumber :
  • Diki Hidayat (Garut)

VIVA.co.id - Minuman keras oplosan kembali menebar bencana di Yogyakarta. Sedikitnya sudah 26 orang meninggal dunia akibat menenggak minuman oplosan yang banyak dikenal warga dengan nama 'angkatan laut' dan banyu gendeng atau air gila. Belasan lainnya, hingga kini masih menjalani perawatan akibat minuman ini.

Minuman keras oplosan itu diracik pasangan suami istri berinisial SK dan SB , warga Ambarukmo, Caturtunggal, Depok Sleman. Pedagang lain yang juga ikut ditangkap polisi adalah pasangan suami istri  Warjono dan Watinem,  warga Dusun Klaci, Desa Margoluwih, Kecamatan Sayegan, Kabupaten Sleman.

"Kita terus menggencarkan operasi miras oplosan dengan harapan tidak ada lagi korban yang tewas. Hingga kini masih banyak korban yang dirawat diberbagai rumah sakit di Yogyakarta," kata Kapolres Sleman, AKPB Yulianto kepada VIVA.co.id.

Mantan Kapolres Kulonprogo ini mengimbau masyarakat untuk segera melapor bila ada penjual minuman racikan ini. Selain itu, warga diminta tidak mengonsumsi miras yang sangat berbahaya isi racikannya.

Dari pemeriksaan, minuman oplosan itu dibuat dari fermentasi salak, obat anti serangga cair, cairan anti pegal, bubuk warna putih yang masih belum dapat diidentifikasi, satu bungkus tawas, cairan cokelat yang masih belum dapat diidentifikasi jenisnya.

"Kita mengimbau kepada masyarakat untuk tidak mengonsumsi miras racikan ini. Bahan-bahan yang digunakan sangat membahayakan," katanya.

Dari pendataan yang telah dilakukan polisi, berikut data korban tewas akibat miras oplosan.

Korban Meninggal dunia di TKP pertama yang diracik di wilayah Ambarukmo :

1. Arzani wanimbo (19), warga Tolikara, Papua
2. Marcelius Melky ( 23), warga Edara, Papua
3. Mikison Kogaya (20), warga Puncak Jaya, Papua
4. Johanes Auri Chosby (23), warga Papua
5. Yakison Telenggen, warga Puncak Jaya, Papua
6. Tendinus Tabuni (22), warga jayapura Selatan, Papua.
7. Fajar Bayu Putra (20), warga Sukaraja Seluma, Bengkulu
8. Nur Bahri Nur Rifai (18), warga Ternate, Malut
9. M. Rivaldi Syahputra (21), warga Medan
10. Muhammad Hi. Hasan (19), warga Tidore, Malut
11. AlQurni Nur Ramadhan (26), warga Gondokusuman, Yogyakarta
12. Suwasono (51), warga Klitren, Yogyakarta
13. Hendra Sayogya (48), warga Klitren, Yogyakarta
14. Endro Sriharjanto (32), warga Umbulharjo, Yogyakarta
15. Stephanus Dony Tamtomo, (38) warga Banguntapan, Bantul
16. Madiyo Saroyo (57), warga Moyudan, Sleman
17. Veris Luber Joko Isdianto (28) warga Umbulharjo, Yogyakarta
18.  Hengky Wonda, warga Puncak Jaya, Papua
19. Manggun Kogoya, warga Tolikara, Papua
20. Sitti Nur Dayantikaaba(21), warga ternate, maluku utara (wanita)
21. Novrillah Gamawati (23), warga Ternate, Maluku Utara (wanita)
22. Daeron Daikon Wonda (39th), warga Papua

Sedangkan korban yang meninggal dunia di lokasi kedua di Sayegan :

1. Sariman als Teguh, (44), Klaci Seyegan
2. Anang Kurniawan, (33), Klaci Seyegan
3. Suparlan als Palung, (46), Sidoagung Godean
4. Sudimin, (46), Cibuk Lor Seyegan