Kak Seto Hibur Anak Korban Banjir Pangkalpinang

Ilustrasi/Banjir
Sumber :
  • ANTARA/Aprionis

VIVA.co.id – Bencana banjir yang menenggelamkan ribuan rumah warga di kota Pangkalpinang, Bangka Belitung, sejak perayaan tahun baru Imlek pada Senin lalu, 8 Februari 2016, kini mulai mendaptkan perhatian banyak pihak.

Salah satunya, Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas Anak). Seto Mulyadi, atau yang dikenal sebagai kak Seto, selaku Ketua Dewan Pembina Komnas Anak, mendatangi Pangkalpinang, untuk menghibur anak-anak korban banjir.

Kedatangannya ini, dilakukan untuk menyembuhkan taruma dan rasa takut dalam diri anak korban banjir. Apalagi, anak-anak ini sejak banjir terjadi, belum bisa bersekolah kembali dan masih terbayang melihat rumahnya tenggelam banjir.

Seto pun melakukan rapid assessment, sekaligus psikososial, dengan mengajak anak-anak bernyanyi, bermain sulap dan bercerita berbagai dongeng. Aksi kak Seto ini disambut antusias anak korban banjir di beberapa lokasi pengungsian.

Seperti kunjungannya di posko pengungsian Panti Asuhan Al-ikhlas. Saat banjir terjadi, panti ini ikut terendam air, meski tidak terlalu parah. Puluhan anak di panti asuhan ini terpaksa mengungsi. Namun, kini mereka sudah kembali ke panti dan bisa bermain lagi.

Demikian juga di panti asuhan Muhammadiyah, yang ada di kawasan jalan Balai, Kecamatan Tamansari, Pangkalpinang. Panti asuhan ini sempat terendam banjir setinggi dada orang dewasa, sehingga anak-anak harus diamankan di lantai atas gedung panti. Kehadiran kak Seto pun membuat mereka bisa tertawa ceria kembali.

Kak Seto mengaku bangga dengan penanganan usai banjir yang dilakukan masyarakat dan pemerintah kota Pangkalpinang. "Masyarakat Pangkalpinang cepat bangkit dan senyum anak-anak kembali pulih," jelasnya di Pangkalpinang, Minggu 14 Februari 2016.
 
Kak Seto juga mengimbau semua pihak, agar memperlakukan anak korban banjir dengan hati-hati. Tim Komnas Anak dengan pemerintah akan mencari solusi terhadap kemungkinan adanya dampak psikologis yang dialami anak akibat banjir ini.

Laporan: Agus Hendrayadi

(asp)