KPK Tak Akan Terlibat di Munas Golkar

Ketua KPK Agus Rahardjo (kanan).
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

VIVA.co.id - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan tidak akan terlibat dalam pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) Partai Golkar yang akan digelar pada minggu kedua bulan April 2016.

Beberapa pihak sempat meminta lembaga anti rasuah itu untuk mengawasi pelaksanaan Munas tersebut, untuk menghindari terjadinya politik uang.

"Kami tidak akan terlibat, itu urusan partai," kata Wakil Ketua KPK, Laode Muhammad Syarief dalam pesan singkatnya saat dikonfirmasi, Jumat 26 Februari 2016.

Laode menyebut, pihaknya tidak mempunyai kewenangan untuk mencampuri masalah internal suatu partai politik. "Ini berlaku bagi setiap partai politik, termasuk Golkar," ujar dia.

Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Agung Laksono memastikan Golkar akan melibatkan KPK dan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan dalam Munas. Ia berharap, tidak ada kejadian yang tidak diinginkan nantinya.

"Sudah pasti (libatkan), paling lambat minggu depan kirim surat. Sifatnya preventif, enggak langsung penindakan. Kalau ada, kami sepakat drop orang tersebut, kalau terbukti. Ya, kami harapkan enggak sampai pencabutan anggota," ujar Agung.

Sebelumnya, Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang, mengisyaratkan akan turut mengawasi jalannya Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Golkar.

Pengawasan dilakukan untuk mencegah terjadinya praktik politik uang dalam jalannya Munaslub.

Hal tersebut bukan tanpa alasan. Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang mengaku pihaknya telah menangkap sinyal-sinyal terkait politik uang tersebut.

"Kita menangkap sinyal-sinyal itu ada, bahkan kita menangkap jumlahnya yang bakal beredar itu berapa," kata Saut di Gedung KPK, Jakarta, Jumat 29 Januari 2016.

Saut enggan mengungkapkan angka yang dia maksud, termasuk pihak-pihak terkaitnya. Lantaran, menurut dia, hal tersebut merupakan data intelijen.

Dia pun mengimbau agar Munaslub dapat berlangsung dengan fair. "Kalau mau negara ini baik, marilah bersaing dengan sehat. Kalau enggak, kita tangkap semua, tolong angka-angka yang beredar itu disetop, kita melihat sinyal itu. Kita tidak menuduh seseorang, tetapi sinyal itu cukup kencang," kata Saut. (asp)