Imbas Operasi Simpatik, Ribuan Orang Berjubel di Pengadilan

Antrean sidang pelanggaran lalu lintas di Pengadilan Negeri Surabaya, Jumat, 18 Maret 2016.
Sumber :
  • VIVA/Nur Faishal

VIVA.co.id - Ribuan orang berdesakan di area tengah Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Jumat pagi hingga siang, 18 Maret 2016. Mereka mengantre untuk mengikuti sidang singkat karena pelanggaran lalu lintas yang mereka perbuat. Dua pelanggar yang ikut antre ada yang pingsan.

Salah seorang yang pingsan adalah gadis belasan tahun bernama Fang, warga Kenjeran, Surabaya. Berseragam Pramuka, siswi SMP itu ikut berdesak-desakan antre sidang tilang. Saat berada di tengah-tengah kerumunan, tiba-tiba Fany kejang-kejang dan ambruk.

"Anaknya pingsan lalu diangkat petugas keluar dari kerumunan antrean. Dia dibawa petugas ke rumah sakit," kata seorang petugas keamanan PN Surabaya. "Ada satu lagi yang pingsan, ibu-ibu," lanjut dia.

Fany mungkin tak kuat mengantre sejak pagi. Kemungkinan, napasnya terganggu karena tertekan kerumunan ribuan orang. Memang, pengamatan VIVA.co.id, pelanggar bergerombol dalam jumlah banyak terlihat di area tengah pengadilan. Antrean memanjang dari depan pintu Ruang Cakra, ruang sidang tilang, hingga halaman dalam pengadilan.

Antrean dan berdesak-desakan terjadi karena petugas mengatur jumlah pelanggar untuk masuk ke dalam ruang sidang. Begitu ruangan penuh, petugas langsung menutup pintu. Pelanggar lain yang antre baru diperbolehkan masuk ketika semua pelanggar di dalam ruangan selesai sidang.

"Saya antre sejak pukul delapan pagi. Sudah tiga jam antre belum masuk-masuk," kata seorang pelanggar.

Selain di dalam pengadilan, suasana serupa juga terlihat di halaman depan. Jalan di depan dan samping pengadilan penuh sesak dengan kendaraan bermotor milik pelanggar yang parkir. Separuh badan jalan pun di depan pengadilan di Jalan Raya Arjuna didominasi banyak sepeda motor yang parkir.

Suasana seperti itu bukan hari ini saja. Saat sidang tilang digelar pada hari Jumat, ribuan orang berjubel di PN Surabaya. Itu berbeda ketika sidang tilang digelar pada hari Senin. "Hari ini delapan ribu pelanggar tilang," kata staf yang menangani perkara tilang.

Dia mengira, pelanggar tilang membludak karena adanya Operasi Simpatik Semeru yang digelar Polda Jatim dua pekan ini. Biasanya, kata pria yang menolak namanya disebutkan itu, sidang tilang hari Jumat hanya menangani sekitar 3.000 pelanggar. "Kalau hari Senin lebih sedikit lagi, sekitar 600 tilangan," kata staf itu. (ren)