Cara Menangkap Buronan Kakap di Luar Negeri

Samadikun Hartono tiba di tanah air, Kamis malam, 21 April 2016.
Sumber :
  • ANTARA FOTO/M Agung Rajasa/foc/16.

VIVA.co.id – Pengamat militer, Salim Said mengatakan bahwa penangkapan Samadikun Hartono tidak berkaitan dengan ekstradisi. Penangkapan Samadikun menurutnya hanya merupakan hubungan  intelijen antar negara.

"Jadi Samadikun itu tidak berhubungan dengan ekstradisi. Nah di Tiongkok itu merupakan hasil kerja sama  BIN, hubungan mereka dengan pejabat Tiongkok," kata Salim Said di acara Indonesian Lawyers Club (ILC) di tvOne, Selasa 26 April 2016. 

Ia mengatakan bahwa potensi penangkapan buronan di luar negeri perlu ditingkatkan melalui kerja sama dengan sejumlah negara. Karena, kata Salim, masih banyak buronan lainnya yang berkeliaran di negara lain. 

"Jadi kenapa hanya Samadikun saja, padahal kita menyasar banyak, ada Edi Tansil dan lain-lain. Tapi tafsiran saya, perlu ada keputusan politik, bukan hanya teknis polisi dengan polisi," kata dia. 

Ia mengatakan bahwa Indonesia saat ini memiliki banyak dana segar yang ditumpuk di Singapura. Hal ini, kata pria berkacamata ini dapat dimanfaatkan sebagai langkah political capital yang menjadi urusan pemerintah. Sehingga, pada akhirnya dapat ditemukan Samadikun-Samadikun lainnya.

"Di Tiongkok, political capital kita itu besar, jadi itu merupakan urusan pemerintah kita. Dan kita mengambil keputusan politik yang bisa mengembalikan Samadikun," ujarnya.