Ada Isu Eksekusi Mati, Mary Jane Ikut Program Diet

Terpidana mati asal Filipina, Mary Jane Fiesta Veloso bersama anggota Kongres Wanita Indonesia (Kowani) di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Yogyakarta, Jumat (29/4/2016)
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko

VIVA.co.id – , terpidana mati asal Filipina yang kini mendekam di Lapas Wirogunan Yogyakarta, sepertinya tak khawatir akan rencana pemerintah Indonesia untuk menggelar eksekusi mati tahap tiga.

Perempuan yang sempat batal dieksekusi mati pada tahap dua lalu itu, berdasarkan pengakuan petugas lapas, justru tenang dan tetap beraktivitas normal.

"Kehidupannya biasa saja, seperti warga binaan yang lain. Tapi, dia () sekarang lagi program diet, terlihat badannya lebih kecil," kata Kepala Lapas Wirogunan Zainal Arifin, Jumat 29 April 2016.

Sejauh ini Zainal mengaku belum mendapatkan kepastian perihal jadwal untuk eksekusi mati tahap berikutnya. Ia mengaku masih menunggu kepastian dari Kejaksaan Agung untuk pelaksanaannya. "Kita hanya menunggu, eksekutornya dari Kejaksaan," katanya.

merupakan terpidana mati asal Filipina yang kedapatan membawa 2,6 kilogram heroin ke Indonesia lewat Bandar Udara Adi Sucipto Yogyakarta.

Tahun lalu, ia terbebas dari eksekusi mati di Lapas Nusakambangan. Pemerintah Filipina menetapkan sebagai saksi dalam kasus perdagangan manusia.

Atas itu, Filipina pun memohon untuk tidak mengeksekusi . Karena membutuhkan kesaksian untuk membongkar praktik perdagangan manusia di negara itu.