Kerusuhan di Lapas Banceuy Dianggap Prestasi Petugas

Kerusuhan Lapas Banceuy, Jawa Barat
Sumber :
  • Twitter Polda Jawa barat

VIVA.co.id - Kerusuhan yang mengakibatkan terbakarnya Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Banceuy Bandung dinilai sebagai sebuah prestasi dari aparat pemasyarakatan. Sebab, dengan jumlah penjaga yang sangat minim, tapi justru mampu meminimalisir aksi rusuh itu.

"Inilah sebenarnya prestasi petugas kami. Dengan keterbatasan tenaga tapi mampu meredam," kata Juru Bicara Ditjen Pemasyarakatan Kemenkum HAM, Akbar Hadi, dalam diskusi polemik Sindo bertajuk 'Ada Apa Dengan Lapas' di Warung Daun, Cikini, Jakarta, Sabtu, 30 April 2016.

Akbar menjelaskan, memang sejauh ini kapasitas lapas sangat over. Yang seharusnya dihuni lima orang, tetapi justru diisi 20 orang hingga lebih.

"Petugas kami itu menggunakan pendekatan humanis pada warga binaan," ujar Akbar.

Kata Akbar, hanya saja itu tidak cukup. Sebab, di situ juga dibuat sistem keamanan yang baik, seperti bekerja sama dengan Kepolisian, TNI hingga Satpol PP. Sehingga, pendekatan tidak bisa dilihat dari keamanan saja. Namun juga humanis. Tetapi, lagi-lagi petugas yang minim.

"Dengan over tentu memiliki dampak. Tidak berimbang warga binaan. Jumlah pengunjung Cipinang 400-500 orang, sementara petugas jaga dua orang," katanya.

Kerusuhan di Lapas Banceuy, Bandung, Jawa Barat, terjadi pada Sabtu, 23 April 2016. Kerusuhan menyebabkan sebagian ruang tahanan terbakar dan membuat suasana mencekam. (ase)