Gara-gara Kaos Pecinta Kopi Indonesia, Dua Aktivis Ditangkap

Adlun Fiqri, pengguna kaos Pecinta Kopi Indonesia yang dianggap menyebarkan paham komunisme, Rabu (11/5/2016)
Sumber :
  • VIVA.co.id/Instagram

VIVA.co.id – Dua orang aktivis Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Maluku Utara ditangkap kepolisian lantaran menggunakan kaos bertuliskan Pecinta Kopi Indonesia (PKI).

Kaos berwarna merah, yang menampilkan bentuk gambar gelas kopi, serta sebuah palu yang menyerupai sendok dan gagang gelas yang terlihat seperti arit, dituding sebagai kaos bermuatan komunisme.

Ketua Badan Pengurus Harian Aliansi Masyarakat Adat Munadi Kilkoda mengakui ada penangkapan kedua anggotanya, Adlun Fiqri dan Supriyadi Sawai. Saat ini keduanya diamankan di Polres Ternate.

"Penahanan tersebut dengan alasan menggunakan kaos Pecinta Kopi Indonesia. Hanya itu aparat lalu melihat mereka sebagai penyebar paham komunis," kata Munadi saat dihubungi, Rabu 11 Mei 2016.

Salah seorang yang ditangkap, Adlun Fiqri, merupakan mahasiswa Universitas Khairun yang beberapa waktu lalu sempat membuat heboh dan diamankan kepolisian lantaran mengunggah video berjudul Kelakuak Polisi Minta Suap di Ternate di jejaring sosial Youtube.

Dalam laman Instagramnya, Adlun Fiqri memang mengunggah fotonya menggunakan kaos bertuliskan PKI berwarna merah. "Apa saya akan ditangkap Pak Dandim karena kaos ini?" tulis Adlun, Selasa 10 Mei 2016.

Di linimassa Twitter, penangkapan pemakai kaos PKI ini cukup menuai reaksi. Sebab, tidak ada dasar menyebut bahwa itu dianggap menyebarkan paham komunisme di tengah masyarakat.