Perpanjangan Jabatan Badrodin Haiti Rusak Regenerasi Polri?

Kapolri Jenderal Badrodin Haiti (kanan)
Sumber :
  • VIVA.co.id/Syaefullah

VIVA.co.id –  Wacana perpanjangan masa jabatan Kapolri Jenderal Polisi Badrodin Haiti masih terus bergulir. Bahkan, beberapa anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) ada yang menolak soal perpanjangan masa jabatan itu.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri, Brigadir Jenderal Polisi Agus Rianto enggan merinci lebih detail apakah dengan adanya perpanjangan masa jabatan Badrodin Haiti akan berdampak pada regenerasi anggota Polri itu sendiri.

"Dilihat nanti kepentingan, kan seorang pejabat Polri dalam melaksanakan tugas juga memperhatikan lingkungan yang ada baik internal maupun lingkungan strategis yang ada," kata Agus Rianto di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat, 20 Mei 2016.

Jenderal bintang satu itu enggan menyimpulkan siapakah yang pantas perwira tinggi (Pati) Polri yang akan menggeser jabatan Badrodin Haiti tersebut.

"Semua bintang tiga punya peluang. Bintang dua berpeluang. Kita pernah punya pengalaman waktu Pak Timur, beliau setelah menjadi Kapolda Metro Jaya lalu menjadi Kabaharkam langsung bisa beliau ikut menjadi Kapolri. Jadi nanti bintang tiga dan bintang dua semuanya punya peluang," katanya.

Meskipun begitu, kata Agus, bahwa penentuan pergantian Kapolri merupakan hak prerogratif dari Presiden Joko Widodo itu sendiri.

"Keputusan apa yang diambil Bapak Presiden artinya sudah mempertimbangkan situasi lingkungan yang tadi saya sebutkan. Tentunya kita berharap apapun yang menjadi keputusan Bapak Presiden kami dari internal kepolisian akan melaksanakan itu," katanya.