Gempa Ternate, 24 Rumah Rusak dan Warga Masih Mengungsi

Ilustrasi kerusakan akibat gempa.
Sumber :
  • REUTERS/Guillermo Granja

VIVA.co.id - Sebanyak 24 rumah dan bangunan di Kecamatan Pulau Batang Dua, Ternate, Maluku Utara, mengalami kerusakan berat dan ringan akibat guncangan gempa berkekuatan 6,6 Skala Ricter (SR) pukul 04.15 Waktu Indonesia Timur. Kerusakan terjadi di Kelurahan Mayau, Lelewi, Bido, Tifure, Paitai Sagu, dan Kelurahan Perum.

"Data sementara jumlah pengungsi 25 KK, 125 jiwa. Mereka hingga kini masih berada di lokasi ketinggian, menghindari terjadinya gempa susulan," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara, Hasim Yusuf, di kantor Walikota Ternate, Rabu, 8 Juni 2016.

Hasim memastikan akan terus memantau perkembangan di Pulau Batang Dua. Namun, ia baru bisa mengirim bantuan logistik pada Kamis, 9 Juni esok. Alasannya, dari Ternate ke Batang Dua ditempuh dengan jalur laut dengan jarak 124 km.

Sementara itu, Kepala Stasiun Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Ternate, Suwardi, mengatakan bahwa update gempa susulan hingga kini mencapai 10 kali mangnitude.

Menurutnya, gempa yang terjadi di 1.35 LU, 126.41 BT (124 km Barat Laut Ternate) dengan kedalaman 10 km tersebut disebabkan adanya tekanan tiga lempeng Sub Danson di Laut Maluku sehingga didorong dengan Lempeng Halmahera dan Filipina dari arah timur menuju barat sehingga terjadi gempa bumi.

Ia pun mengimbau warga Ternate maupun daerah berdekatan dengan pusat gempa agar tidak percaya dengan isu-isu di media sosial terkait adanya tsunami.

Laporan: Syafrudin Ganda/ tvOne