Pos Polisi Diduga Digunakan Mesum Oknum Aparat

Kapolres Kota Batu, AKBP Leonardus Simarmata (kedua dari kiri), bersama Agustinus Tedja dari Jaringan Kemanusiaan Jawa Timur di Malang pada Jumat, 10 Juni 2016.
Sumber :
  • VIVA.co.id/D.A. Pitaloka

VIVA.co.id – Dua personel Kepolisian Resor Kota Batu, Jawa Timur, diperiksa aparat Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Jawa Timur akibat laporan dugaan pencabulan yang mereka lakukan kepada dua pelajar SMA di Malang.

Dua pelajar itu mengaku dicabuli oknum Kepolisian berbeda di Pos Lalu Lintas dekat Alun-Alun Kota Batu, masing-masing pada 1 Juni dan 4 Juni 2016. Polres Batu menarik semua personel yang sebelumnya bertugas di pos itu dan mengganti dengan personel baru.

Kepala Polres Kota Batu, Ajun Komisaris Besar Polisi Leonardus Simarmata, secara khusus datang menemui salah satu korban di Polsek Klojen, wilayah Polres Kota Malang, pada Jumat petang, 10 Juni 2016. Dia meminta maaf atas perlakuan aparatnya.

Malam itu, Kapolres Kota Batu terlihat menemui Bunga (bukan nama sebenarnya), korban berusia 15 tahun, di salah satu ruangan di Polsek Klojen. Di saat yang sama, Bunga menjalani pemeriksaan yang dilakukan sejumlah petugas Propam Polda Jatim.

Bunga melaporkan telah mengalami kekerasan seksual secara verbal oleh Brigadir E pada 4 Juni 2016 di salah satu pos polisi di dekat alun-alun kota Batu. Selain itu, Melati (bukan nama sebenarnya), juga siswa SMA di Kota Batu, melaporkan kekerasan seksual secara fisik yang dilakukan Bripka D dan Bripka A pada 1 Juni 2016, juga di tempat yang sama.

Kedua korban mengalami kekerasan seksual setelah terjaring razia kelengkapan saat berkendara sepeda motor. Ada dua anggota polisi yang sedang diperiksa Propam Polda Jawa Timur. “Polres melimpahkan semua kewenangan kepada Propam Polda Jawa Timur,” kata Leonardus.

Pos Polisi yang digunakan sebagai tempat mesum telah diisi personel baru. “Semua personel yang dulu ada di pos itu saya tarik semua ke Polres. Tak ada lagi personel yang beroperasi di lapangan. Mereka nantinya pasti akan diambil keterangan. Saya menempatkan personel berbeda,” ujarnya

(mus)