Luhut Ungkap Penyebab WNI Kembali Disandera Abu Sayyaf

Kelompok bersenjata Abu Sayyaf, kerap melakukan penculikan dan perampokan di Filipina Selatan.
Sumber :
  • www.worldbulletin.net

VIVA.co.id – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Luhut Binsar Panjaitan menyebut, hasil pertemuan antara tiga negara, Indonesia, Filipina, dan Malaysia di Yogyakarta, pada 5 Mei 2016, terkait patroli bersama di laut belum dilaksanakan optimal oleh semua pihak.

Luhut menganggap, hal itu menjadi penyebab tujuh Warga Negara Indonesia (WNI) Anak Buah Kapal (ABK) Charles 001 yang tengah berlayar di Filipina kembali menjadi korban penyanderaan kelompok bersenjata Abu Sayyaf pekan lalu.

"Ada yang belum jalan (dari kesepakatan trilateral). Sudah disebutkan pula oleh Panglima TNI, memang belum semua pihak melaksanakan itu," ujar Luhut usai acara peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) di kawasan Kota Tua, Jakarta Barat, Minggu, 26 Juni 2016.

Diketahui, poin kesepakatan utama dari pertemuan trilateral adalah patroli bersama  ketiga negara di wilayah perairan untuk mencegah kejahatan transnasional, termasuk aksi pembajakan kapal.

Kesepakatan lainnya adalah, peningkatan koordinasi pemberian bantuan cepat bagi warga dan kapal yang sedang berada dalam keadaan bahaya, peningkatan kerja sama pertukaran informasi intelijen antara ketiga negara, serta pembentukan saluran hotline untuk koordinasi saat terjadi ancaman keamanan dan keadaan darurat.

Terkait terjadinya kembali peristiwa penyanderaan, Luhut mengatakan pusat krisis yang dibentuk kementeriannya telah mulai bekerja. Kata Luhut, selambat-lambatnya pada Selasa, 28 Juni 2016, pemerintah sudah memiliki opsi permulaan terkait langkah yang akan ditempuh. "Kita sekarang masih mempelajari (kasus penyanderaan)," ujar Luhut.

Baca juga: