BKSDA Terima Tiga Hewan Langka Khas Sulawesi

Yaki hitam yang dibawa warga ke Kantor BKSDA Sulut
Sumber :
  • Agustinus Hari/ VIVA.co.id

VIVA.co.id – Masyarakat pemilik macaca nigra atau yaki hitam, menyerahkan hewan langka khas Sulawesi itu ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam Sulawesi Utara untuk mendapatkan perawatan.

Menurut Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam Sulawesi Utara, Sudiyono, Rabu, 20 Juli 2016 di Manado, Sulawesi Utara, “Yaki yang diserahkan sebanyak tiga ekor. Ada yang usianya 10 tahun dengan jenis kelamin jantan, umur 7 tahun jenis kelamin betina dan satu ekor anak yaki masih berumur 3 bulan. Anak yaki tersebut menurut pemiliknya berasal dari Ternate yang dibawa via kapal.” 

Kata dia, satwa tersebut akan dititipkan di Pusat Penyelamatan Satwa Tasikoki Bitung untuk mendapatkan perawatan. “Apabila kesehatannya baik serta kondisinya memungkinkan, akan dilepasliarkan di habitat yang sesuai atau ditempatkan sesuai dengan aturan yang ada,” ungkapnya.

Sudiyono pun mengimbau masyarakat jika memiliki satwa yang dilindungi undang-undang agar segera menyerahkannya ke balai konservasi. “Satwa tersebut jika dipelihara manusia bisa membawa penyakit menular. Selain itu, jika tidak sesuai dengan kebutuhan, satwa juga akan punah,” ujarnya.

Dia berharap, masyarakat tidak lagi menangkap dan menyimpan macaca nigra atau yaki hitam karena bisa diancam pidana penjara dan denda.

Pada kesempatan ini, Advisor Program Satwa PPS Tasikoki, Simon Purser, mengatakan saat ini juga banyak satwa langka hasil sitaan di PPS Tasikoki. “Apalagi Sulut merupakan jalur perdagangan. Ada yang dari Sumatera, Jawa, Kalimantan bahkan Papua transit di Manado,” ujarnya.

Dia menambahkan, tercatat sudah ada sekitar 50 yaki yang diselamatkan pihaknya. Di antaranya 10 ekor macaca nigra, 12 macaca nigrescens dari Sulawesi Utara dan Gorontalo, serta 17 macaca hecki sebaran Gorontalo. Selain itu, 3 macaca tonkeana dari Sulawesi Tengah, dan 8 macaca maura dari Sulawesi Selatan.