Polisi Tembak TNI di Poso, Tim Investigasi Bakal Dibentuk

Ilustrasi/Penembakan
Sumber :
  • Pixabay
VIVA.co.id
- Polri dan TNI akan membentuk tim untuk melakukan investigasi insiden penembakan Tim Sekat Brimob terhadap Tim Satu Satuan Tugas (Satgas) Tinombala, di Desa Towu, Kecamatan Poso Pesisir Utara, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah. Kejadian itu merenggut nyawa Sersan Dua Muhammad Ilman, anggota intelijen Korem 132 Tadulako Palu.
 
Kapolda Sulawesi Tengah Brigjen Polisi Rudy Sufahriyadi mengatakan, insiden penembakan oleh anggota Tim Sekat Brimob terhadap Tim Satu Satgas Tinombala di Desa Towu, murni karena miskomunikasi antara kedua tim. 

“Kami sebagai penanggung jawab PJKO di Poso siap bertanggung jawab atas apa yang dilakukan oleh anggota di lapangan. Kami akan segera meminta kepada Mabes Polri dan Mabes TNI untuk melakukan investigasi apa sebenarnya yang terjadi di lapangan,” kata Rudy yang juga Penanggung Jawab Operasi Tinombala, kepada wartawan di Poso, Rabu, 27 Juli 2016.
 
Rudy yang didampingi Wakil Penanggung Jawab PJKO Brigjen TNI Ilyas Alamsyah Harahap mengatakan, insiden itu bermula saat anggota Brimob dari tim Sekat mendapat laporan dari warga adanya sekelompok orang sedang berada di perbukitan Desa Towu.
 
Anggota Brimob ini langsung mendatangi lokasi itu. Mereka memergoki sejumlah orang bersenjata sedang berada tidak jauh dari sebuah goa, sekitar 100 meter dari jalan raya. Sempat terjadi kontak senjata antara anggota Brimob dan kelompok tersebut, yang diduga sisa kelompok Santoso. Beberapa saat kemudian satu orang dari kelompok itu tertembak, sementara empat orang lainya dapat disergap.
 
Setelah aksi penyergapan dilakukan, baru diketahui ternyata kelompok  itu adalah anggota Tim Satu Satgas Tinombala. Satgas itu terdiri dari anggota intelijen dari Sandi Yudha Kopassus dan intelijen dari Korem 132 Tadulako. Saat itu diketahui yang terkena tembakan di bagian kepala adalah Sersan Dua Muhammad Ilman, anggota intelijen Korem 132 Tadulako.
 
“Dalam sebuah operasi tadi siang, yang harusnya kami melakukan operasi dengan sasaran para DPO ternyata yang gugur adalah Serda Muhammad Ilman,” kata Rudy Sufahriadi.
 
Sersan Dua Muhammad Ilman meninggal dunia dengan luka tembak di bagian kepala. Sementara, empat anggota intelijen lainnya, termasuk dua warga sudah diambil keterangan oleh tim Satgas Tinombala, baik dari Polri maupun TNI.
 
Adapun keberadaan Tim Satu Satgas Tinombala saat itu berawal akan melakukan penelusuran dugaan penimbunan senjata di Desa Towu itu. Tim intelijen Operasi Tinombala ini mendapat informasi terjadinya dugaan penimbunan senjata di salah satu gua tidak jauh dari pemukiman warga di Desa Towu. Namun, saat berada di dekat gua, tim ini disergap aparat Brimob yang juga mendapat laporan adanya orang bersenjata sedang berada di perbukitan.