Keluarga Minta Warga Doakan Freddy Budiman

Freddy Budiman semasa hidup saat di Lapas Nusakambangan
Sumber :
  • tvOne/ Robbi Sofwan Amin

VIVA.co.id - Keluarga terpidana mati kelahiran Surabaya, Freddy Budiman,  pasrah dengan eksekusi mati yang akan dilaksanakan pemerintah terhadap bandar narkoba 1,4 juta pil ekstasi itu. Beberapa hari jelang eksekusi, keluarga meminta warga  mendoakan Freddy.

Suwarno, ketua RT III RW I Krembangan Baru, Kecamatan Krembangan, Surabaya, Jawa Timur, menuturkan, beberapa kali dia bertemu adik Freddy, Mulyono. 

Kepada Suwarno, Mulyono meminta agar mendoakan ibunya dan Freddy. "Adiknya bilang ke saya, 'Pak De, tolong didoakan Mamak (ibu) dan Freddy agar tabah dengan musibah ini'," ujarnya menirukan permintaan Mulyono.

Keluarga Freddy, lanjut Suwarno, merupakan keluarga mualaf yang ramah dengan warga sekitar. Setiap kegiatan warga mereka selalu memberikan bantuan.

"Termasuk ketika perayaan Agustusan (Hari Kemerdekaan). Tapi ada kejadian ini, tidak tahu kalau Agustusan sekarang," ucapnya.

Ayah Freddy, Nanang, dulunya pengusaha bus. Setelah meninggal, ibunya, Nursiyah, berusaha menghidupi keluarga dengan berjualan makanan yang diantar ke sejumlah pelanggan. "Kalau Freddy setelah sekolah, pergi ke Jakarta," ungkap Suwarno.

Sejak ke Jakarta, lanjut dia, Freddy jarang terlihat di rumahnya di Surabaya. Hanya beberapa kali ia bertemu saat minum kopi di warung di kampungnya.

"Freddy orangnya baik kalau di sini. Jujur saja, dulu kalau pulang dan ketemu, saya selalu diberi uang," ujarnya.