Sekolah Pribadi Bandung Akui Simpan Buku Fetullah Gulen

Sekolah Pribadi Bandung yang dituding Turki terkait organisasi teroris
Sumber :
  • Suparman/ VIVA.co.id
VIVA.co.id
- Yayasan Pribadi Bandung, sebagai yayasan lembaga pendidikan Sekolah Pribadi di Bandung, memberikan klarifikasi mengenai tudingan Pemerintah Turki, yang menyebut sekolah mereka memiliki hubungan dengan kelompok teroris, karena bekerjasama dengan yayasan Pasiad asal Turki.

Ketua Pembina Yayasan Pribadi Bandung, Husein Adiwisastra, memastikan tidak mengadopsi dan mengajarkan paham radikal kepada seluruh siswa mereka. Meski dia mengakui, bahwa sekolahnya didukung yayasan Pasiad dari Turki, yang disebut memiliki kaitan dengan Fethullah Gulen. Sebelumnya Presiden Recep Tayyip Erdogan telah menuding Gulen berada di balik upaya kudeta militer beberapa waktu lalu.

"Tidak mungkin sekolah mengajarkan terorisme. Yang terjadi, bagaimana mengajarkan kurikulum nasional, budi pekerti dan mencapai kemajuan di bidang teknologi dan ilmu pengetahuan," tegasnya saat menggelar konferensi pers di Sekolah Pribadi Bilingual Boarding School jalan PHH Mustofa Kota Bandung, Jawa Barat, Senin, 1 Agustus 2016.

Bahkan, sekolah ini tak lagi memiliki hubungan dengan yayasan Pasiad, karena sudah putus kerja sama per 1 November 2015 lalu. 

Husein juga mengaku tak mengenal sosok Gulen atau memiliki kepentingan dengan pergolakan di Pemerintah Turki. Namun di sekolahnya, memang ada buku karya Gulen, yang terbuka untuk dibaca para siswa. "Kita enggak tahulah urusan mereka. Tapi, ujung-ujungnya menuduh ulama. Dalam bukunya, tidak ada satu pun mengajarkan kekerasan," terangnya.

Dia juga menilai sikap Pemerintah Turki memerintahkan Indonesia agar menutup sekolah dengan dalih keterlibatan dengan kelompok teroris sebagai tindakan yang berlebihan.

Husein menjelaskan, sebelum upaya kudeta pun, rencana Turki menutup sekolah yang bekerjasama dengan Pasiad sudah terjadi. Hal ini dilakukan kelompok tak bertanggungjawab dengan menyebar isu sekolah yang bekerjasama dengan Pasiad di Indonesia terlibat terorisme. Beruntung, pejabat di Indonesia tak terhasut.

"Jauh sebelum terjadi kudeta sudah disampaikan ke beberapa Menteri atas tuduhan kepada sekolah, namun tidak ditanggapi oleh pejabat di Indonesia," ungkapnya.

Sebelumnya, pemerintah Turki menyebut ada sembilan lembaga pendidikan yang tersebar di berbagai kota di Indonesia terkait Organisasi Teroris Fethullah atau FETO.

FETO adalah sebutan dari Pemerintah Turki untuk para pengikut ulama Fethullah Gulen.

Melalui siaran pers yang dirilis di laman Kedutaan Besar Turki untuk Indonesia pada Kamis, 28 Juli 2016, diuraikan nama sembilan lembaga yang dimaksudkan itu:

- Pribadi Bilingual Boarding School di Depok dan Bandung, Jawa Barat.
- Kharisma Bangsa Bilingual Boarding School di Tangerang Selatan, Banten.
- Semesta Bilingual Boarding School di Semarang, Jawa Tengah.
- Kesatuan Bangsa Bilingual Boarding School di Yogyakarta
- Sragen Bilingual Boarding School di Sragen, Jawa Tengah.
- Fatih Boy’s School dan Fatih Girl’s School di Banda Aceh, Aceh.
- Banua Bilingual Boarding School di Kalimantan Selatan.