Bawa Mobil ke Sekolah, Siswa SMA di Purwakarta Di-DO

Bupati Purwakarta sekaligus Ketua DPD Golkar Jabar, Dedi Mulyadi.
Sumber :
  • Istimewa

VIVA.co.id –  Bupati Purawakarta, Dedi Mulyadi terpaksa mengambil sikap keras dengan mengeluarkan (drop out) siswa kelas 11 SMAN 3 Purwakarta inisial AN karena sikap arogansinya selalu membawa mobil ke sekolah.

Dedi mengambil sikap itu setelah laporan dari warga dari sms center 08121297775 dan ditetapkan berdasarkan surat edaran Bupati Purwakarta No 024/1737/Disdikpora tentang pelarangan dan sanksi mengendarai kendaraan bermotor bagi siswa di Kabupaten Purwakarta tersebut.

Kepala Sekolah SMAN 3 Purwakarta, Ema Sukmasih mengatakan, sebelum langkah DO diberlakukan, pihaknya telah melayangkan surat teguran kepada AN beberapa kali tanpa respon positif.

“Poin pelanggaran AN sudah cukup banyak, kami sudah menegurnya beberapa kali. Tetapi masih diulangi juga, terlebih setiap hari pacar AN yang juga alumni SMA 3 Purwakarta suka menjemput kesini. Kalau dijemput oleh orang tua sih tidak masalah,” ungkap Ema dalam keterangan persnya, Jumat 12 Agustus 2016.
 
Sementara itu, Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi menjelaskan, langkah tersebut sudah seharusnya dilakukan, selain memang menjadi atensi Pemda, keikutsertaan masyarakat dalam mengawasi juga sangat diperlukan.

“Saya terima kasih sekali kepada warga yang melapor. Semoga semakin banyak warga yang melapor agar surat edaran ini dikawal pelaksanaannya, untuk anak-anak kita juga kan," tambah Dedi.

Meski di -DO, Dedi menyarankan kepada AN agar tetap menjalani proses pendidikannya dengan melanjutkan di SMA 1 Bungursari. “Anak ini nanti sekolahnya di SMA dekat rumahnya saja, selain dekat, bisa jalan kaki, uang bensinnya kan bisa ditabung," tegas Dedi.