Sensasi 'Nyantri Kebangsaan' di Kapal Perang TNI AL

Sejumlah peserta mengikuti Nyantri Kebangsaan di Kapal Perang di KRI Surabaya-591 ketika sandar di Dermaga Ujung Koarmatim, Surabaya, Jawa Timur, Senin (15/8/2016).
Sumber :
  • ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

VIVA.co.id – Lembaga Kajian dan Pengambangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) Nahdlatul Ulama Surabaya bekerjasama dengan Komando Armada Indonesia Kawasan Timur (Koarmatim) TNI Angkatan Laut menggelar kegiatan 'Nyantri Kebangsaan' di atas Kapal RI Surabaya di Kota Surabaya, Jawa Timur.

Pengamatan VIVA.co.id di atas KRI Surabaya 591 pada Senin sore, 15 Agustus 2016, ratusan siswa dari seluruh daerah di Jatim itu terlihat semangat dan semringah ketika kegiatan itu dibuka oleh Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa di geladak kapal. Mereka duduk rapi di lantai kapal. Terlihat sekali kedisiplinan mereka tunjukkan.

Salah satu yang ikut menyantri di kapal tempur itu ialah Aprilia Putri, siswi kelas XI Sekolah Menengah Kejuruan PGRI Nurul Islam Gresik, Jawa Timur. "Saya bangga dan senang," katanya.

Dia bangga karena dengan kegiatan ini bisa mengetahui kebesaran Indonesia sehingga kian tumbuh rasa cinta pada Tanah Air. "Dapat pengalaman lebih juga," kata Aprilia.

Dia juga mengaku senang karena kegiatan yang diikutinya dilakukan di atas kapal perang. Aprilia mengaku baru kali ini bisa melihat langsung kapal tempur tersebut. "Saya siap dan senang tiga hari menginap dan nyantri di kapal perang ini," ujarnya.

Ketua NU Surabaya, Ahmad Muhibbin Zuhri, mengatakan bahwa kegiatan ini melanjutkan kerja para pendiri NU yang sejak dulu selalu bersinergi dengan militer dalam membela Negara Kesatuan RI. "Nusantara itu NU bersama tentara, yang selalui berada di garda terdepat membela NKRI," ucapnya.

'Nyantri Kebangsaan' ini dibuka oleh Mensos Khofifah bersama Panglima Armatim, Laksana Muda TNI Darwanto di geladak KRI Surabaya 591. Total 539 siswa dan perwakilan pengurus OSIS ikut dalam kegiatan ini. Selama tiga hari, ratusan generasi penerus itu akan digembleng dengan materi kebangsaan dan keagamaan.