Gerakan Masyarakat Hidup Sehat

Gerakan Masyarakat Hidup Sehat
Sumber :

VIVA.co.id – Belakangan ini penyakit seperti stroke, jantung, hipertensi, kolesterol, diabetes, tidak lagi menyasar kepada para manula tetapi sudah menyasar kepada usia produktif 25-55 tahun.

Situasi ini merupakan potret keluarga masa kini terutama di kota-kota besar. Apalagi kini banyak para istri yangikut bekerja untuk membantu memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga. Beratnya tekanan pekerjaan, problematika hidup, serta tingkat stress kadang kerap menghimpit, sehingga abai memikirkan pentingnya kesehatan diri sendiri. Takdir memang di tangan Tuhan, namun manusia bisa berusahamenjaga kesehatan dengan mengatur pola hidup sehat.

Kementerian Kesehatan melalui Ditjen Kesehatan Masyarakat mengindikasikan, adanya fenomena pola hidup tidak sehat di kalangan masyarakat. Berdasarkan data Riskesdas 2007 & Riskesdas 2013, di mana ada sejumlah faktor risiko perilaku kesehatan yang terjadi, yakni penduduk kurang aktivitas fisik (26,1%); perilaku merokok penduduk sejak usia dini (36,3%); penduduk >10 tahun kurang konsumsi buah dan sayur (93,5%); penduduk >10 th minum minuman beralkohol (4,6%).


Menteri Kesehatan Nila F Moeloek pun menekankan pentingnya gerakan untuk mendorong masyarakat untuk berprilaku hidup sehat. Gerakan tersebut dinamakan ‘Gerakan Masyarakat Hidup Sehat’ (Germas).

Pola Hidup Sehat Perlu Dibangun
Meskipun kesakitan dan kematian akibat Penyakit Menular (PM) semakin menurun, prevalensi penyakit secara umum masih cukup tinggi. Periode 1990-2015, pola kematian akibat PTM semakin meningkat (37% menjadi 57%), akibatPM menurun (56% menjadi 38%) dan akibat kecelakaan akan meningkat (7% menjadi 13%), dan tren ini kemungkinan akan berlanjut seiring dengan perubahan perilaku hidup (pola makan dengan gizi tidak seimbang, kurang aktivitas fisik, merokok, dll).

Pembangunan kesehatan seharusnya adalah bentuk upaya yang dilaksanakan oleh semua lapisan masyarakat Indonesia.Tujuannya untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya. Indonesia saat ini mengalami transisi epidemiologi yang ditandai dengan meningkatnya kematian dan kesakitan akibat penyakit tidak menular (PTM) seperti stroke, jantung, diabetes dan lain-lain.

Solusi Hidup Sehat Seperti Apa?
Kementerian Kesehatan mengimbau ada empat jaring solusi hidup sehat. Pertahanan pertama dilakukan oleh diri sendiri, kemudian keluarga, komunitas dan kemudian instistusi.
Berikut rinciannya :
Gerakan Masyarakat Sehat


Mari kita budayakan hidup sehat. Melakukan langkah kecil dengan mengubah pola hidup sehat, akan berdampak luar biasa bagi keluarga Anda dalam jangka panjang.

Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi Halo Kemkes melalui nomor hotline (kode lokal) 1500-567, SMS 081281562620, faksimili (021) 5223002, 52921669, dan alamat email kontak@kemkes.go.id.  (webtorial)