Adik Bomber Bali Ingin Bertemu dengan Penerus Santoso

Basri alias Bagong anggota kelompok bersenjata Santoso Mujahidin Indonesia Timur (MIT) ketika di ruangan pemeriksaan kesehatan di RS. Bhayangkara, Palu, Sulawesi Tengah, Rabu (14/9/2016)
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Fiqman Sunandar

VIVA.co.id – Mantan petinggi Jamaah Islamiyah (JI) Ali Fauzi Manzi meminta untuk bertemu dengan yang kini tertangkap satuan tugas Operasi Tinombala di Poso.

Ali yang merupakan saudara dari pelaku bom Bali, Amrozi, itu mengaku hendak melakukan pendekatan untuk pemberian penyadaran bagi Basri yang disebut-sebut sebagai penerus kepemimpinan Mujahidin Indonesia Timur usai tewasnya alias Abu Wardah di Poso.

" itu pernah menjadi anak buah saya saat konflik Poso beberapa tahun yang lalu. Saya dekat dengan ," kata Ali Fauzi di Solo, Selasa, 20 September 2016.

Ali Fauzi meyakini bila tetap akan bisa menerima dirinya. Sebab, jauh sebelum munculnya kelompok bersenjata Mujahidin Indonesia Timur, yang pernah ditahan Polda Metro Jaya selalu ditemui oleh Ali Fauzi.

Hanya saja setelah dipindahkan ke Lembaga Pemasyarakatan Klas IIB Ampana di Tojo Unauna Sulawesi Tengah, malah melarikan diri dan bergabung dengan kelompok jaringan Santoso dengan naik ke gunung.

"Andaikan nanti dibawa ke Jakarta, saya akan berusaha menemuinya karena kawan akrab. Saya percaya masih seperti yang dulu welcome bisa menerima pertemuan nanti," ujarnya yakin.

Dengan ditangkapnya , Ali Fauzi pun berharap kaki tangan Santoso itu bisa diselamatkan atau moderasi. Namun untuk proses itu tergantung sentuhan soft power yang dilakukan pemerintah itu ampuh atau tidak.

"Kan yang menjadi halangan proses moderasi itu biasanya tidak pas formulanya, ibaratnya orang sakit jantung malah dikasih obat lambung tentu tidak akan ketemu. Jadi harus yang pas obatnya. Dengan cara seperti itu diharapkan banyak kombatan yang bisa diselamatkan.”

(mus)