Panglima Jamin Tak Ada Keberpihakan TNI pada Pilkada 2017

Panglima TNI Gatot Nurmantyo dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian
Sumber :
  • VIVA.co.id/Puspen TNI

VIVA.co.id – Menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2017 di 101 daerah di Indonesia, suasana politik kian memanas. Untuk itu, TNI menghimbau pada seluruh peserta Pilkada agar tidak menyulut perkelahian dalam penyelenggara pesta demokrasi tersebut. 

Panglima TNI Gatot Nurmantyo mengatakan pihaknya akan menyiapkan berapa pun pasukan yang ada, baik di TNI dan POLRI untuk menjaga keberlangsungan pesta demokrasi tersebut berjalan dengan aman dan damai. 

"Semua mau pesta, kita jangan berpersepsi seperti itu (banyak perkelahian), baik di daerah Papua, Indonesia orangnya baik-baik. Tapi kalau pengamanan kita BKO (Bawah Kendali Operasi) dengan POLRI, berapa pun kita siapkan," kata Gatot di Markas Besar TNI, Cilangkap, Rabu 21 September 2016. 

Selain terkait dengan keamanan, Panglima juga memastikan bahwa pihak TNI harus bersikap netral. Tak boleh ada keberpihakan terhadap pasangan calon sedikit pun. Jika ada, Ia siap menerima aduan dari masyarakat. 

"Saya Jamin tidak ada keberpihakan TNI, laporkan, jangan bikin isu dan ini kan harus jelas, laporkan saja. Sebutkan namanya pasti akan saya hukum. (Pokoknya) Tidak bisa, TNI tidak boleh berpihak," katanya. 

Ia juga mengajak seluruh pihak untuk memilih pasangan calon yang sesuai dengan hak masing-masing di daerah. Menurutnya, konotasi jika berbicara masalah pilkada merupakan sebuah pesta demokrasi yang hendaknya disambut baik oleh semua pihak.

"Mari kita lakukan pesta, bukan berkelahi, pesta demokrasi kok berkelahi. Mari kita bergembira menyambut, kemudian kita lihat visi misinya bagaimana. Pilih yang sesuai dengan daerahnya masing-masing jadi jangan ditakuti dahulu, pesta kan (harusnya) senang," tuturnya