Pengakuan Kanjeng Dimas: Uang Ganda Cair Setiap Istighosah

Taat Pribadi alias Dimas Kanjeng saat digiring petugas di gedung Ditreskrimum Polda Jatim, Surabaya, pada Rabu, 28 September 2016.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Nur Faishal

VIVA.co.id - Korban penipuan dengan modus penggandaan uang yang dijalankan Taat Pribadi di padepokannya, Padepokan Kanjeng Dimas Taat Pribadi, di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, sekira 23 ribu orang. Berdiri sejak 2006, pengikut atau pasien Taat tidak hanya dari Jawa, tapi juga luar Jawa.

Kepala Subdit I pada Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur, Ajun Komisaris Besar Polisi Cecep Ibrahim, menjelaskan korban masuk perangkap Taat karena diiming-imingi uang berlipat-lipat dari nominal yang disetorkan.

Setoran uang untuk digandakan itu disebut mahar. "Dalam menjalankan praktik penggandaan uang, tersangka merekrut koordinator-koordinator yang diberi gelar sultan. Setiap sultan diharuskan mengumpulkan pengikut, seperti MLM (multilevel marketing/bisnis dengan metode pemasaran sistem berjenjang) begitu," kata Cecep di Markas Polda Jatim, Surabaya, pada Rabu, 28 September 2016.

Taat menjanjikan kepada pengikutnya bahwa uang dengan nominal dua kali lipat dari jumlah setoran akan cair setiap ritual istighosah (pengajian/doa bersama). "Tapi ternyata realisasinya tidak ada," kata.

Besaran uang yang disetorkan pengikut Taat beragam: dari jutaan, ratusan juta, bahkan ada yang menyetor miliaran rupiah. Jika dihitung dari jumlah korban yang lebih 20 ribu orang, uang yang dikuasai Taat diperkirakan mencapai ratusan miliar. 

"Satu laporan penipuan di Mabes Polri saja kerugiannya Rp20 miliar. Di Polda Jatim tiga laporan total kerugian Rp1,5miliar. Belum korban-korban lain yang belum melapor, kami masih menunggu," ujar Cecep.

Taat Pribadi tetap berkukuh memiliki kemampuan menggandakan uang dan tidak menipu pengikutnya. Tapi ketika disuruh penyidik mempraktikkan ilmunya menggandakan uang, dia mengaku belum bisa karena tidak bisa fokus. "Jinnya katanya kabur, namanya Jin Ifrit," cerita Cecep.

Taat mengaku menggandakan uang dengan menggunakan ilmu. Dia tidak menyebutkan ilmu apa yang dimilikinya. "Insya Allah bisa (menggandakan uang). (Caranya) dengan ilmu," ujarnya saat digiring petugas ke ruang pemeriksaan.

Taat Pribadi atau Dimas Kanjeng ditangkap aparat gabungan Polres Probolinggo dan Polda Jatim pada Kamis, 22 September 2016. Dia disangka mengotaki pembunuhan dua anak buahnya, Ismail Hidayat dan Abdul Gani. Penangkapan Dimas Kanjeng dikawal hampir seribu polisi.