Kisah Haru Ibu Korban Pesawat Hercules tentang Anaknya

Sejumlah warga menyalatkan jenazah Serda Suyanto sebelum dimakamkan secara militer di Surabaya, Jawa Timur, Senin (19/12/2016). Ia menjadi korban jatuhnya pesawat Hercules di Papua.
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Didik Suhartono

VIVA.co.id – Suasana rumah di Gemol Jajar Tunggal, Kota Surabaya, sejak Minggu kemarin ramai dikunjungi oleh kerabat, dan warga setempat. Mereka melakukan takziah atas meninggalnya penghuni rumah, Sersan Dua Suyanto, Senin,19 Desember 2016.

Patiyani, yang merupakan ibu almarhum Suyanto, memilih duduk di sudut ruang tamu. Di sana, dia menyampaikan sejumlah kenangan atas putranya itu kepada sejumlah orang.

Patiyani mengungkapkan, salah satu hal yang paling dia ingat atas putranya itu adalah saat dia hendak mendaftar menjadi anggota TNI Angkatan Udara. Saat itu, Suyanto meminta agar dia tidak memberitahukan hal itu kepada siapa pun.

"Karena dia itu kan anaknya pemalu. Makanya, dia mungkin malu nanti kalau sampai tidak lulus tes masuk TNI," kata Patiyani.

Bahkan, untuk menyembunyikan hal itu, saat berangkat dari rumah untuk mengikuti ujian itu, Suyanto menyelipkan ijazah miliknya di dalam tubuhnya. Tujuannya, agar tidak ada orang lain yang mengetahuinya mengikuti tes tersebut.

"Ijazahnya itu dilipat, lalu diselipkan di dalam tubuhnya," ujar Patiyani.

Awalnya, saat akan mengikuti tes tersebut, Patiyani rela. Alasannya, Patiyani menyadari betul nyawa menjadi menjadi taruhan bagi seorang prajurit.

Namun, karena melihat keteguhan tekad sang anak, Patiyani pun merelakannya. Sehingga, dia pun merestuinya, dan mendoakan agar Suyanto lulus dalam tes itu.

"Ternyata doa saya dikabulkan Tuhan, anak saya lulus tes masuk TNI Angkatan Udara," kata Patiyani.

Serda Suryanto, merupakan salah seorang dari 13 korban tewas saat insiden jatuhnya pesawat Hercules C-130 di Papua, Minggu, 18 Desember 2016.

Pesawat ini membawa 12 ton semen untuk aktivitas pembangunan di Papua. Namun nahas, pesawat ini justru terjatuh sebelum sampai di tujuan.

(ren)