Ketua RT Kira Teroris Tangsel Bandar Narkoba

Lokasi rumah penggrebekan terduga teroris di Kampung Babakan, Tangerang Selatan.
Sumber :
  • VIVA.co.id/M. Ali. Wafa

VIVA.co.id –  Warga Kampung Babakan, Tangerang Selatan, tidak pernah curiga dengan empat terduga teroris yang membuat heboh kampung mereka. Tapi, Muhammad Lukman, Ketua RT di lingkungan itu sempat menaruh curiga saat ia hendak mendata karta tanda penduduk (KTP) para pelaku.

"Awalnya salah satu dari mereka, Helmi, bilang bakal memberi data. Tapi lama enggak ngasih. Saya datangi ke rumah, tapi enggak ada nawarin masuk, saya agak tersinggung," ujar pria yang akrab disapa Lukman Bodong, di Kampung Babakan, Tangerang Selatan, Kamis, 22 Desember 2016.
 
Merasa tersinggung dengan sikap itu, pikiran negatif muncul dari benak Lukman. Awalnya ia mencurigai bahwa pengontrak baru tersebut adalah bandar narkoba. Bahkan dia berencana mengintai dan akan melakukan penggerebekan bersama warga.
 
"Saya paling bengis dengan pengontrak, tapi kan mereka baru. Kalau masuk pintu cuma sebadan saja, enggak dibuka lebar," kata Lukman.
 
Meski begitu, nyatanya Lukman sendiri telah dihubungi oleh pihak Kepolisian sebelum hari penyergapan yang menewaskan tiga terduga teroris itu. Saat polisi melakukan pemantauan, Lukman memastikan telah mengetahui hal tersebut.
 
"Dari Polda sudah pernah meminta izin, pemantauan dilakukan lima hari sebelum proses penggerebekan. Saya bilang silakan komandan, jangan sungkan-sungkan," ujar Lukman, menceritakan kembali proses interaksi tersebut.
 
Bahkan saat akan menyergap, polisi kembali menghubungi Lukman dan memberikan informasi mengenai hal tersebut. Petugas telah melakukan pengintaian sejak subuh dan penggerebekan baru dilakukan pada pukul 09.00 WIB.
 
"Pas subuh, sekitar pukul 5 sampai setengah enam, pihak Polda datang. Dia bilang kalau jam 9 teman-temannya bakal merapat. Ternyata benar datang jam segitu," katanya.
 
Lukman yang telah menjadi ketua RT selama dua periode tersebut menceritakan, proses baku tembak terjadi agak lama, sekitar 5 menit.
 
Dengan kejadian ini, ia ingin semakin menggalakkan peraturan setempat agar lebih ketat dalam menerima pendatang baru. Tiga dari empat tersangka yakni Irwan, Omen dan Helmi tewas di dalam kontrakan. Sementara Adam Noor Syam yang dikenal santun oleh warga dibekuk lebih dulu saat keluar kontrakan. 
 
"Trauma dengan kejadian ini sih enggak, justru semakin ingin saya galakkan pengamanan. Kalau warga sih mungkin iya ada trauma, tapi itu kan nanti bakal surut dengan sendirinya setelah kejadian ini beres," kata Lukman.
 
Berdasarkan pantau VIVA.co.id, saat ini situasi di lokasi penggerebekan sudah mulai sepi dan aman. Namun begitu, kontrakan yang digunakan pelaku untuk merakit bom masih disegel dengan garis polisi sampai waktu yang belum ditentukan. Darah serta pecahan kaca juga tampak berceceran karena belum dibereskan. (ase)