Rekayasa Tol 'Brexit' jika Diserbu Pemudik Libur Natal

Kepadatan kendaraan di gerbang Tol Brebes Timur akibat volume kendaraan pemudik di musim libur Lebaran lalu.
Sumber :
  • Dedy Priatmojo

VIVA.co.id – Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, terus berkoordinasi intensif dengan kepolisian dalam penanganan kemacetan di pintu keluar tol Brebes (Brebes Exit/Brexit), Jawa Tengah, pada musim libur Natal dan Tahun Baru 2017.

Upaya itu akan dilakukan karena kepolisian dianggap memiliki konektivitas lebih luas dalam penanganan kendala-kendala di seluruh wilayah Indonesia. "Melalui koordinasi hierarki, kami meminta kepada Polri (untuk membantu penanganan). Karena Polri memiliki jaringan yang luas sampai level kecamatan," kata Budi di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Jumat, 23 Desember 2016.

Koordinasi dua instansi pemerintahan itu sudah dilakukan berulang kali. Langkah ini penting, agar kasus kemacetan seperti kejadian mudik Lebaran lalu tak terulang. Hasilnya, ada sejumlah alternatif yang bisa diterapkan untuk mengurai kepadatan di salah satu titik kemacetan tersebut.

"Kami lakukan konservasi dengan membatasi jumlah kendaraan yang masuk ke sana. Jika lebih dari 5 ribu (kendaraan), tol menuju Brebes kami tutup dan penumpang atau mobil harus keluar dari Pejagan. Apabila lebih dari 10 ribu, Pejagan itu juga akan ditutup untuk dialihkan ke Kanci," ujarnya.

Diketahui, pintu tol Brebes Timur (Brexit) mulai menjadi prioritas penanganan sejak kasus kemacetan parah yang terjadi pada musim libur Lebaran lalu. Saat itu, proses pengerjaan tol belum sepenuhnya rampung, sehingga menyebabkan terjadinya kemacetan parah di area tersebut.